Baterai Kehidupan

Desember 20, 2008

Kadang aku berpikir, kehidupan seseorang itu ibarat baterai…

Sebuah baterai memiliki tujuan sebagai pengisi kehidupan alat yang menggunakannya. Bila baterai itu habis, maka baterai itu habis masa penggunaannya dan alat itu pun mati. Kalaupun tidak mau mati, alat itu harus dibelikan baterai baru.

Tetapi tetap saja, sebuah baterai hanyalah baterai. Mungkin memang ada baterai yang bisa diisi ulang, tetapi tidak banyak. Hanya baterai-baterai eksklusif yang dapat seperti itu. Baterai-baterai lain hanya bisa digunakan sekali seumur hidupnya. -Sebuah baterai yang mengindikasikan kehidupan.

Baterai itu akan muncul di dunia dengan tujuan mengisi kehidupan. Baterai itu pastilah mulanya terisi penuh energi. Baterai baru akan berada dalam kemasan yang apik, rapih, dan menunjukkan kelayakan penggunaan baterai.

Ya, sebuah baterai baru pasti pada mulanya merupakan baterai yang baik. Baterai yang baru diproduksi pastilah belum pernah dipakai. Mereka akan dijaga sedemikian rupa untuk siap mengisi kehidupan sang alat yang akan menjadi kediaman dirinya.

Hanya, kalau kita perhatikan lebih lanjut… Ternyata sebuah baterai bisa bernasib luar biasa berbeda dengan baterai lain. Sebuah baterai memang berguna banyak, energi yang tersimpan di dalamnya dibutuhkan. Namun, bagaimana bila jadinya baterai tersebut bahkan tidak pernah dipakai? Bisa saja kan, karena baterai itu tidak pernah mendapat kesempatan untuk mengisi kehidupan hanya karena seleksi pada tahap pembelian. Bisa saja hanya karena alasan itu, baterai yang penuh energi sekalipun tidak pernah terpakai sekalipun. Ada banyak sekali kemungkinan sebuah baterai tidak pernah digunakan seumur hidupnya seperti kasus di atas. Kemasan yang tidak apik, kemasan yang terkena kotoran, jenis baterai yang sudah jarang dipakai, dan lain-lain. 

Bila sebuah baterai telah melewati seleksi pembelian, baterai tersebut akan digunakan pembelinya. Tetapi, tetap saja, masih ada seleksi lagi setelah dibeli. Bisa saja sang pembeli tersebut melakukan kecerobohan terhadap baterai itu atau baterai itu sendiri malah terlupakan, dan akhirnya tidak pernah terpakai. -Sebuah baterai yang terseleksi.

Bila pada akhirnya baterai itu dipilih untuk digunakan, masih ada banyak kemungkinan hambatan-hambatan yang terjadi. Kita tidak pernah bisa menduga, di tengah-tengah penggunaannya, tiba-tiba baterai itu tidak dapat digunakan lagi. Walau mungkin sisa kebergunaan baterai tersebut dapat dipantau, tetap saja kadang dapat terjadi hal yang tidak bisa dicegah. Bisa saja baterai itu jadi tidak layak pakai lagi. Bisa saja baterai itu tiba-tiba jatuh daya gunanya dan tidak bisa dipakai lagi. Bisa saja hanya karena terguncang sesuatu atau bahkan jatuh dan menjadi rusak semua hal itu dapat terjadi. 

Baterai, sesuatu yang akan benar-benar ‘hidup’ ketika telah ada yang membelinya. Namun, masih dapat terseleksi lagi dalam hidupnya. Tentu saja, selama penggunaan baterai itu sendiri dapat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Bisa saja, tiba-tiba daya gunanya menurun dan kualitasnya memburuk untuk terus digunakan. Penggunaan baterai itu jadi lebih cepat dibandingkan yang seharusnya. Bisa saja, kehidupan baterai itu hanya terpakai tidak seluruhnya hanya karena kesalahan penggunaan. Semua hal dapat terjadi…

Sebuah baterai selalu diseleksi dalam penggunaan kehidupannya. Baterai itu akan mulai terasa kegunaannya ketika telah ada yang membelinya. Setelah dibeli pun, baterai itu baru bisa dianggap hidup ketika benar-benar dipakai. Seleksi baterai tidak hanya sampai itu saja, bahkan saat penggunaannya baterai itu tetap diseleksi. Baterai yang bisa benar-benar terpakai dengan baik hanya baterai yang terseleksi dan terjaring dengan tepat. -Sebuah baterai kehidupan

Ya, semua orang dapat berlomba-lomba mengatakan dia memiliki baterai terbaik, tetapi bila baterai itu tidak pernah diaktifkan, tidak ada gunanya baterai itu ada. Berarti baterai itu tidak pernah dianggap keberadaannya.

Lalu apa? Apa yang menyebabkan adanya kerusakan?

Lantas, aku melihat sekeliling.  Aku melihat lampu lalu lintas. Semua orang yang memiliki kendaraan pasti akan mematuhi lampu itu. Bila tidak, akan terjadi kekacauan, entah itu macet, tabrakan, atau hal-hal lain yang pasti ingin dijauhi manusia.  Oh, ternyata ada hal baru : ada aturan baru dalam manusia. Namanya aturan lampu lalu lintas, bila warnanya merah kendaraan berhenti. Bila warnanya hijau, kendaraan harus berjalan. Dan bila warnanya kuning, kendaraan harus bersiaga untuk berhenti. Oh… jadi ternyata ada aturan dalam aturan alam semesta. Apakah itu mengganggu? Kurasa tidak. Yang menarik dari hal ini adalah, adanya aturan baru.

Aturan ini mengatur kendaraan-kendaraan. Tentunya memengaruhi manusia yang mengendarai pula, tetapi kulihat, banyak orang yang sanggup memenuhinya. Aku lihat aturan sebagai bentuk kekreatifan manusia. Bila tidak pernah ada aturan sebelumnya mengenai sesuatu hal untuk terjadi, maka manusia membuatnya. Manusia memang pintar dan cerdas.

Kulihat kembali aturan lampu lalu lintas itu. Aturan ini ternyata merupakan bagian dari aturan berlalu lintas dan aturan-aturan lain yang harus dipenuhi saat berkendara. Aturan ini cukup efisien mengatur lalu lintas, kendaraan, keselamatan pengendara, dan lain-lain. Hmm? Tetapi, mengapa ada orang yang melanggar aturan itu? Mengapa ada orang yang mengendarai motor tanpa helm pengaman? Ada pula yang menggunakan helm, tetapi tidak sesuai spesifikasi yang tepat untuk motor.  Untuk sekilas, terlihat orang-orang yang seperti itu aman-aman saja. Namun, bagaimana bila ternyata ada diantara orang-orang tersebut yang tertabrak? Mungkin badannya terlempar ke jalanan. Kepalanya tidak mengenakan helm dan otomatis mungkin akan luka berat.

Ternyata bila tidak mengikuti aturan, bisa celaka. Atau perlukah disimpulkan bahwa, tidak mengikuti aturan itu sama saja dengan membuat aturan baru?

 

Bukannya aturan baru itu sebuah bentuk kekreatifan manusia ?

 

Iya, tetapi ternyata bila aturan baru itu melawan aturan yang mendasar, pasti akan ada efek buruk yang akan menimpa orang yang membuat aturan baru itu. Tentunya aturan yang melanggar aturan mendasar.

Itu hanya aturan sekilas tentang aturan lalu lintas dan berkendara. Bagaimana dengan aturan alam semesta? Untuk ukuran alam semesta yang didiami dan dijadikan manusia tempat untuk hidup dan beraktivitas, pastilah ada aturan. Aturan yang diciptakan manusia pasti juga tidak mungkin melawan aturan itu. Adapun aturan yang melanggar aturan alam semesta, nanti pastilah akan ada kerusakan. Akan ada tanda-tanda tidak seberjalannya aturan itu dengan aturan alam semesta.

 

Yang menariknya lagi adalah, semua yang ada dan hidup pasti memiliki aturan masing-masing dan tidak mungkin menentang aturan alam semesta saat pertama kali ada.

Lalu bagaimana dengan aturan manusia?  Mungkinkah manusia memiliki aturan sendiri untuk dirinya? Sepertinya tidak. Kulihat manusia selalu tumbuh dari tingkatan bayi, kemudian menjadi balita, anak-anak, remaja, hingga menjadi tua. Manusia tidak mungkin bisa hidup sejenak menjadi remaja dan keesokan harinya menjadi seorang bayi kembali. Berarti manusia tidak bisa melawan aturan hidup. Sepertinya begitu. Tetapi, sesungguhnya, apa aturan untuk mengontrol hidup manusia ?

 Manusia pasti memiliki karakter berbeda-beda, tetapi pasti ada aturan yang mengikatnya untuk hidup. Seperti aturan lalu lintas tadi. Manusia itu seperti kendaraan.  Namun , sesungguhnya ada pengendara dari kendaraan itu : otak.

Pertanyaanku sekarang jadi banyak…

Untuk apakah manusia ada? Untuk apa ada otak? Apa sebenarnya aturan yang mengikat manusia ?

Mengapa aku bertanya begini? Karena mungkin sebenarnya aku takut seperti kejadian motor tadi. Manusia memiliki aturan baru dan akhirnya celaka karena membuat aturan sendiri. Pastilah ada aturan yang mengatur hidup manusia yang harus ditaati.

 

Tetapi, apakah itu? Kamu tahu?

Hari ini aku melihat ke angkasa. Langit tetap biru cerah seperti biasa, menunjukkan senyumnya yang ditaburi awan. Kulihat pohon-pohon berdiri tegak di kanan-kiriku, pertanda kekokohan mereka. Walau tak berbicara, mereka hidup. Aku berpikir seolah hanya aku yang hidup di seluruh alam semesta ini.

Manusia seperti itu pastilah hidup penuh dengan tanda tanya. Pertanyaan-pertanyaan menyembul keluar dari pikirannya. Langit seperti berisi dengan benda-benda nan kecil. Terkadang muncul matahari, terkadang bulan ditemani bintang, terkadang awan menutupi sejenak pantulan cahaya keduanya. Pohon-pohon yang membentang di sekitarku memberi pertanyaan : Bagaimana bisa mereka ada disini? Atau tepatnya, mengapa ada alam yang seperti ini?

Lupakan soal bulan yang penuh dengan gunung-gunung berkawah ataupun jupiter yang penuh dengan gas. Ini bumi. Bumi yang kujadikan tempat hidup saat ini.

Bila kuperhatikan baik-baik, tercetu sesuatu dalam benakku. Mereka semua selalu punya pola yang tetap, tidak berubah, tetapi terus berjalan dan kembali sesuai waktu. Dedaunan pohon akan bergerak bila terkena sepoi angin. Bulan akan muncul setelah matahari tenggelam. Lautan akan selalu berdesir sepanjang waktu karena ada angin.

Semua bergerak atas aturan.

Aturan apa? Mungkin aturan alam semesta.

Kini, aku kembali ke dunia tempat ada begitu banyak manusia hidup dan beraktivitas. Ada begitu banyak yang aku lihat : ada banyak perubahan. Ada teknologi, ada ilmu penyembuhan, ada kerusakan.

Kerusakan?

Aku bingung mengapa terjadi kerusakan di bumi. Tidak mungkin kan, saat pertama kali bumi ada, ia sudah dalam keadaan rusak? Aku ingin mencari tahu sebenarnya apa yang menjadi penyebab semua ini…

sepuluh keajaiban si happy

Nopember 13, 2008

Judulnya nggak penting. iya, aku tau kok. hahahha… Ini kan gara-gara postingan berantai nya si Ryan. Gyahh. Jadilah, mari kita tunaikan postingan berantai ini. Kita mulai saja… 10 fakta tentang diriku… 

1. Seneng mimisan!!

Ya, tapi sekarang sudah cukup jarang. Bahkan aku mulai bertanya-tanya, kok akhir-akhir ini nggak mimisan ya? Padahal kegiatannya se-ketapruk [kata orang Jawa]. Tapi, kalo dibandingin orang-orang sibuk lain sih nggak lah ya. Hehehe. Mimisan ini memang fakta yang asyik menurutku, karena sering dapet tisu gratis gara-gara mimisan. Bisa juga jadi kenal orang baru karena tiba-tiba di jalan mimisan dan dapet tisu gratis. Hohoho. Mimisan yang asyik kan?

2. Seneng warna ungu

Nggak penting sebenernya, tapi ini memang warna favoritku dari jaman SMP. Sekarang memang sudah tidak terlalu maniak ungu. Tapi tetap mengoleksi barang-barang ungu, jadi bila menemukan barang ungu yang lucu, jangan ragu berikan/ belikan buat happy. hahahaa XD. 

3. Bisa tiba-tiba berubah kepribadian

Kalo kata anak-anak SMA dulu, si happy semakin sore semakin budek. Iya, betul… untunglah hal ini tidak terjadi di kalangan iFertebrae. Hahhaa. aneh. Yang terjadi sekarang adalah, semakin aku ngantuk, kepribadianku semakin aneh. Semisal, pengen makan orang, pengen gigit pundak orang, pengen potong-potong orang, dan sebagainya. Peringai ini sering dikatakan karena terpengaruh ‘happy tree friends’. Tapi tenang saja, kalau jauh-jauh dari aku pas lagi ngantuk kamu nggak akan jadi korban kok XD.

4. Seneng produk susu

Iya, suka makanan yang dari susu… Semisal susu bubuk, yoghurt, coklat <ehhh?>, keju, susu pasteurisasi, susu kotak, susu kaleng, susuuu. Ya, makanya di kulkas selalu ada dua kotak besar susu pasteurisasi dua rasa dan tentunya harus ada milo bubuk. Oh ya aku juga suka green tea <bukan produk susu. hehe>

5. Suka makan musiman

Maksudnya? Maksudnya bisa seharian nggak makan, paling cuma cemilan atau minum aja seharian. Atau bisa berlanjut sekitar dua-tiga hari. Tetapi hari berikutnya… Jangan heran bila anda menemukan saya mengatakan baru lapar setelah makan satu porsi nasi bersama lauknya. Memang nafsu makan itu datangnya tidak bisa diduga-duga. Hehe…

6. Kuat begadang

Ah, tapi kelihatannya anak-anak STEI lain emang suka begadang deh. Hehehe… Sebenernya aku emang suka begadang dari… dari kapan ya? Mari kita ingat tahun-tahun sebelumnya. Pas kelas 6 SD, jadwal tidur : jam 21. SMP kelas 1-2: jam 22. SMP kelas 3 : jam 24. SMA kelas 1 : jam 02. SMA kelas 2-3 : jam 03. Dan semua itu aku pasti bangun jam 5. Harus! Karena jam masuk SMA kan jam 6.30 !! Tapi gara-gara kebiasaan begadang yang hampir tiap hari itu, badan jadi mudah sakit sih. Aku bisa ngerasain perbedaannya sekarang. Temen-temen jangan sering begadang ya makanya…[gara-gara deadline atau main!!] Aku ngerasa banget gampang sakit waktu SMA gara-gara begadang ini.

7. suka gila sama satu lagu

Iya… sampai adek-adekku bosaaan! Jadi begini sodara-sodara.. Kalo aku udah suka sama suatu lagu, sering banget lagu itu diputar-putar dalam satu periode yang panjang. Dua jam bisa muter satu lagu yang sama dalam satu hari… dan hal ini bisa berlanjut hingga dua minggu atau lebih. Tergantung tingkat suka nya ma lagu itu deh. Hehe, sampai adek-adekku bisa bosen banget denger lagu itu deh pokoknya.

8. Perfeksionis

Sepertinya hal yang sama sering terjadi pada rekan-rekan IF atau STEI. Aku senang menjadwal waktu dengan tepat… Kalau berangkat dari rumah sebelum kuliah harus 45 menit sebelum waktunya. Harus ini harus itu… kadang suka ngatur diri sendiri dengan aneh… 

9. Suka merhatiin orang dari atas sampai bawah

Mungkin kamu tidak sadar… tapi aku sering seperti itu. Tapi kalau jarak deket aja sih dan biasanya kalo aku lagi ngomong sama orang itu. Nggak tau kenapa, kalo ada yang nggak beres, suka pengen dibenerin. Kerah kebalik lah, celana kelipet lah, janggut gondrong lah, rambut berantakan lah.. hahahaa. Ujung-ujungnya pasti jadi ngomong ke orang itu. Cuma pengen benerin aja, mungkin karena sifat perfeksionis kali yah. Tapi cewek jarang ada yang begitu loh (bagus kan.. lagian cewe IF 07 emang cuma 25. Hehe).

10. Tingkat stress yang ditunjukkan pada kondisi tubuh

Hah? Maksudnya? Gini nih, emang agak aneh… Kalo lagi banyak pikiran biasanya pundak jadi bungkuk. Kalo lagi semangat, pundaknya bakal tegak… Tingkat parahnya adalah kambuh penyakit psikosomatis… Bentuk psikosomatisku adalah diare. Kalau stress banget dan nggak nyadar lagi stress, pas akhir-akhirnya bisa diare. Diarenya tergantung tingkat stress juga, kadang bisa bikin nggak masuk sekolah satu minggu karena menyakitkan… Kadang nggak sebegitunya juga.

Horee! postingan selesai! hahaha, maaf banyak kata-kata aneh. Sebenernya ini yang kepikiran aja… kalo boleh nambahin satu lagi adalah : aku nggak suka disebut feminin atau kecewek-cewekan. Haha, aneh. Biar saja… tapi masih ada banyak yang pengen aku kasih tau juga. nggak cuma 10 kok. hehe. ada banyaak.

Btw, btw, karena postingan sudah selesai, aku bakal mencantumkan peraturannya : 

  1. Each blogger must post these rules
  2. Each blogger starts with ten random facts/habits about themselves
  3. Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their ten things and post these rules.
  4. At the end of your blog, you need to choose ten people to get tagged and list their names
  5. Don’t forget to leave them a comment telling them they’ve been tagged and to read your blog

Orang-orang target selanjutnya!!

  1. mbak Fia di blog alnura nya
  2. CH ! CH ! CH !
  3. Atin
  4. Irfan Afif 
  5. ririz!
  6. wawa..
  7. eka
  8. hmm sapa yah… iwan anak EL ! si ardianto
  9. Agas… teman bermain dan belajar di AlgoStrukDat
  10. dan.. Telur [alias Lala anak EL juga]

Semangats buat kalian semua yang dikasih target sama aku… hehe. Tulisan ini murni karena saya sedang agak penuh semangat dan menggila… Jadi kalian tenang saja besok aku kembali dengan normal [loh?].

Sabtu yang tenang

Nopember 8, 2008

Hari ini rasanya menyenangkan sekali deh… believe it or not, hari ini nggak ada rapat sama sekali! [horee]

Akhirnya sabtu ini bisa menjalankan hari sabtu yang tenang tanpa memasuki kampus ITB.

Hari ini rencananya mau berkunjung ke sodara-sodaraku yang tercinta… Tapi oh tapi, aku bangun kesiangan dan ngaret dari jadwal. Akhirnya batal deh, karena kalaupun aku maksa pergi mereka udah nggak ada di tempat. Hiks.

Rencana kedua hari ini : ke palasari bareng mbak Fia. Horee. Hehehe, ternyata rencana ini berhasil dieksekusi. Setelah mbak Fia selesai kuliah Algo-StrukDat bersama bu CS, kami ketemuan. Awalnya sih mau ketemuan di gerbang ganesha, setelah ditunggu saya hampir masuk ITB, tiba-tiba dia datang bersama Fachry. hohoho, nambah lagi satu orang yang ke palasari. Katanya sih sekalian pulang ke rumahnya yang di Buah Batu.

Kami sampai ke palasari dengan keadaan langit sudah cukup mendung, beberapa menit setelah masuk, hujan pun turun. [OOT : hujannya romantis. hahaha] . Setelah mencari kesana kemari buku yang dicari Fia, akhirnya ketemu juga! Ada toko namanya Bi-obses. Lengkap banget dah tuh toko, banyak banget buku penerbit informatika, penerbit Andi,… pokonya yang berhubungan dengan IF banget. Hohoho, nemu buku AlgoStrukDat dan MatDis kita juga disana. Akhirnya kami membeli  banyak buku dari toko itu.

Fia dapet buku Java, pengantar informatika-ilmu komputer (sama kayak aku), sama apa lagi ya… Hmm. Aku sendiri dapet buku Oracle 10g, pengantar itu, pemrograman C 2nd Ed. nya pak Budi… Terus cari-cari ke toko lain dan dapet buku Schaum’s outlines buat ProbStat. Sayang sekali nggak jadi beli novel. Fachry juga nggak beli apa-apa.

Setelah dari palasari, kami berniat untuk pulang. Fachry pulang ke rumahnya, aku dan Fia naik angkot… Aku dan Fia akhirnya berpisah di persimpangan dekat Masjid Al-Kautsar, karena aku mau ke pitimoss. Hehehe, iseng. Udah lama banget nggak ngomik di sana, sekalian mau baca prince of tennis.

Akhirnya mendekati jam 14.00, aku keluar dari pitimoss, tiba-tiba kangen beli Sprite (kok serasa anak SMP seneng ma softdrink yak??). Akhirnya beli dulu di pitimoss… dan, karena hari ini aku nggak bawa mobil, aku naik angkot kesayanganku dulu jaman SMA : antapani-ciroyom. horee. Tarifnya masih sama : 2000.

Angkot ini tentunya melewati rute belitung dongs. Jadilah aku melewati almamater, si SMA 3. Kangennya…  Jadi teringat masa-masa SMA, mana hari ini lagi pake jaket abu-abu berstrip 3 pula [jaket angkatan '07 nya 3]. Huah.. kangen banget dah.

Entah kenapa kalo inget masa SMA kok kayaknya dulu aku parah banget ya. Beda banget sama kepribadian aku sekarang. Huff, satu tahun yang begitu berbeda. Banyak sekali pilihan dan perubahan yang ditempuh.

Anyway, gimanapun juga ini adalah sabtu yang tenang. Kenapa ? Tentu saja karena tidak ada rapat. Hehe. Besok ada rapat lagi.

Hidup.

Oktober 20, 2008

Hidup bisa jadi sesuatu yang konyol, konyol karena kita tidak punya tujuan.

Hidup bisa jadi sesuatu yang asing, asing kalau kita tidak tahu apa itu hidup.

Lantas, apa makna hidup?

Apa sekedar memuaskan diri untuk berbuat semau-maunya di dunia? Apa sekedar itu? Apa hidup sehina itu?

Hidup itu terlalu luar biasa untuk jadi biasa!

Yap, terlalu luar biasa untuk jadi orang biasa. Hidupku mungkin cuma sebentar di dunia, tapi aku mau mengubah itu. Yang penting paradigma untuk mengubah, bukan pikiran dunia itu sempit. Hidup itu penuh cobaan, kalo nggak ya nggak hidup. Hidup itu juga penuh tawa, ketika itu mungkin terasa nyaman…

Huff… Manusia, mari kita mencari kebenaran.

strukdis di algo.

Oktober 18, 2008

#include <stdio.h>
#include <string.h>
#include “boolean.h”

char harapan[10];
char cinta[10];

int main ()
{
scanf (”%s”, &harapan);
if ( (strcmp (harapan, ’simetri’)) and
((strcmp (harapan, ’setangkup’)) ) xor (((strcmp (harapan, ‘tolaksetangkup’))) )
{
cinta = !(strcmp (harapan, ‘transitif’));
return cinta;
}
return 0;
}

/* emang dibuat untuk tidak bisa dicompile. kalau kamu berusaha
mengcompilenya, jawabannya tetap tidak transitif.*/

Holiday : Last Day

Oktober 12, 2008

Wahh~

Hari terakhir disini akhirnya tiba juga. Sekarang aku lagi nunggu keberangkatan. Kayaknya walau kemaren-kemaren aku pengen cepet pulang ke Bandung [lantaran tubes yg masih 10%] masih bakal kangen sama daerah ini.

Hum… Yah,smoga ntar ayah mau ngajakin kami kesini lagi.

Teman-teman yang lain sudah duluan sampai di Bandung, aku juga jadi nggak enak lama-lama [walau nggak bisa nolak, karena udah beli tiket PP].

Tiba-tiba kangen sama anak-anak nih. Huhu.. Senangnya bersama kalian, walau pertemuan perdana kita [khusus aku] diawali dengan kuis StrukDis dari Pak Rin. Walau UTS-UTS menanti… Yah, mirip lagunya lah.

“Lautan ujian sudahlah biasa…”

Semoga kawan-kawanku sehat semua. Semoga mereka berubah ke arah yang lebih baik sejak liburan ini.

Selamat kuliah lagi !!

orang dimakan anjing…

Oktober 4, 2008

Kayaknya kalo ada orang takut karena digigit anjing, udah biasa deh. Gimana kalo ada orang takut dimakan anjing? Ketakutan yang jarang terjadi kan?

Pagi ini aku bangun di kamar dan mendengar ada suara-suara teriakan dan gonggongan. Keduanya keras sekali. Cukup tidak wajar, suara sekeras itu didengar pagi-pagi. Kemudian aku mendekat ke arah ibu, yang sedang memasak di dapur. Untuk mengetahui lebih jelas sebenarnya apa yang terjadi.

“Tadi ada yang digigit anjing!”, kata ibu.

Pantesan tadi ada yang teriak kenceng banget, pikirku. Kulihat di sekitar kediaman tempat kejadian ada banyak sekali orang berkumpul. Tetangga lain yang tidak keluar dari rumah hanya melihat dari kaca (sama sepertiku).

Dari cerita yang aku tangkap dari Ibu, sepertinya ada salah satu anjing peliharaan tetangga yang lepas. Entah kenapa anjing ini menyerang orang. Aku juga tidak tahu persis kejadiannya. Tapi, kurasa orang yang diserang tidak sendirian. Mungkin orang-orang yang teriak tadi adalah orang-orang yang melihat kejadian itu atau bersamanya, tapi takut melepas anjing itu. Mengerikan banget deh. Aku juga, kalau di posisi orang yang melihat bakal menyingkir sepertinya… Beneran takut anjing.

Sejak aku melihat keramaian itu dari jendela, ambulans sudah ada sebenarnya, tapi mungkin masih menyusul ke kediaman orang yang dimakan. (Sumpah, kok ngeri banget nulis kata-kata orang dimakan). Sekitar belasan menit kemudian, orang itu berhasil dievakuasi. Dia ditidurkan di tandu. Aku tidak dapat melihat wajahnya. Sepertinya memang bagian kepalanya yang dimakan.

Tetangga masih sedikit ketakutan sepertinya, aku melihat ekspresi mereka dari balik jendela. Aku juga masih kaget karena ada kejadian macam ini. Semoga orang itu cepat sembuh. Semoga aja, anjing itu sudah disuntik rabies. Kalo nggak… nggak tahu deh.

holiday : day 4-5

Oktober 4, 2008

Hm… hari-hari sebelumnya di skip, karena lagi males nulis blog…

Dari kemarin, aku sekeluarga pergi ke pulau sebelah dari tempatku sekarang. Nggak nginep juga sih, karena perginya pulang pergi. Asik juga pergi ke pulau sebelah. Jaraknya dari sini lumayan jauh, naik kereta 16 stasiun tambah satu lagi, tambah satu lagi kereta khusus pergi ke pulau itu. Tapi pemandangannya luar biasa. Pulau ini dijaga dan banyak pohonnya. Asik banget deh.

Kami sekeluarga memutuskan untuk masuk ke 3 tempat dan 2 atraksi. Pulau ini memang dikhususkan untuk pariwisata. Kecil sih pulaunya.

Tempat yang pertama, IOS. Waktu awal masuk, ada tayangan sekilas tentang sejarah bangsa. Ada bermacam ’suku’ disini. Terus, setelah kira-kira seperempat jam, kami diperbolehkan mengeksplorasi gedung itu. Wah, ternyata luas sekali. Isinya kira-kira seperti museum, tapi isinya perjuangan dan sejarah negara menjadi merdeka. Rame, rame…

Tempat kedua, STR eh apa sih? lupa. Kayak tabung isi kursi tapi diameternya gede banget dan bisa naik ke atas. Tinggi banget naiknya, jadi pas diatas bisa liat pemandangan… Wah, indah banget, dan kerasa manusia itu emang kecil…

Atraksi ke-1, jelajah angkasa dan main mobil!! Minimal untuk mengendarai tingginya 110 cm. Harus pake helm juga loh. Hehe, udah lama nggak pegang setir mobil jadi pengen ngebut. Akhirnya hasrat ini terpenuhi dengan mobil-mobilan kecil dan berbentuk aneh itu. Setelah itu, para pengendara mobil aneh itu diperbolehkan naik ke kursi untuk menjelajah angkasa. Wah asik, serasa kayak mau ski aja, naik kursi beginian. Bagus juga, naik kesitu bisa ngeliat pemandangan sekitar dari atas. Lagi-lagi ada banyak sekali pepohonan rimbun. Benar-benar pemandangan luar biasa.

Kami istirahat sejenak, untuk makan dan sholat. Pas mau masuk restoran tiba-tiba dihadang,

pelayan : Kamu Muslim? [bilang ke ayah, mungkin karna ngeliat aku dan ibu pake kerudung]

ayah : iya

pelayan : makanan disini tidak halal !

Yaps, dengan kata lain mereka mengusir kami. Waw, keren. Hahaha, mana pernah aku melihat adegan ini… Asik deh, diingetin sama penjaga tokonya sendiri. Akhirnya kami pergi mencari tempat makan lain. Udah gitu… cari tempat solat, karna nggak ada mushola disini. Akhirnya wudhu pun nekat ke wastafel. Hahaha, maksa. Akhirnya kami cari tempat sepi di taman dan solat bergantian. Soalnya sajadahnya cuma satu…

Setelah itu, kami mulai pergi lagi cari atraksi dan tempat yang udah dibeli tiketnya : 4D magix! Ini semacam bioskop film 4D. Awalnya, biasa, dikasih kacamata khusus. Ternyata kalo nggak pake kacamata itu emang jadi beneran aneh liat filmnya, ada lapisan-lapisan gitu gambarnya. Tapi filmnya beneran deh, bener-bener kayak di depan kita. Aku sempet takut sendiri karena terlalluuu dekat sama wajah. Pas ada adegan lebah menyerang tuh menakutkan deh. Kayak pengen nusuk-nusuk wajah. Aku sampe megang-megang muka. Hhahaa… dasar… Udah gitu pas ada adegan kepiting nyerang orang tuh, kaki aku ditusuk-tusuk! Wah, tampaknya ada permainan lidi disini… Huhuhu, niat banget nih bioskop. Kerasa beneran banget deh.

Tempat terakhir : Tur tempat lagi. Hampir mirip yang pertama, tapi kalo yang pertama kan mirip museum, jadi jelajahnya dalam gedung. Kalo ini beneran jelajah ke tempat-tempat. Asik, bisa jelajah sendiri dan ngeliat-liat senjata yang dipake pas perang dunia 2. Gede-gede [ya iyalah masa ya iya dong]. Asik banget, saking asiknya sampe kepisah dari orangtua. Aku bertiga dengan adikku kabur ke tempat lain. Jelajah tempat deh. Kerennya, sempet dapet sinyal Telkomsel. Horee! Hehehehe…

Itu hari ke-4, hari ke-5, sebenernya terjadi lagi ke pulau ini karena ada satu atraksi yang sempet kami lewatkan pas hari ke-4. Atraksi ini nggak bisa dibeli di pemesanan tiket, nggak tau kenapa. Jadi kami baru bisa ikut hari ini. Namanya, nyanyian laut.

Acara dimulai jam 7.40 waktu setempat. Brarti pas maghrib… Hmm. Sebelumnya kami mengisi waktu dulu, pergi ke mall tempat pemberangkatan kereta ke pulau itu. Pas di lantai paling atas, ada tempat yang mengejutkan : ada pantai.

Haa? Pantai?

Iya, pantai, tapi buatan. Lucu deh… ada pantai di lantai paling atas mall. Ulangi? Iya, di ruang terbuka lantai paling atas mall.

Asik deh, akhirnya jadi main-main kesana. Jarang-jarang kan, menikmati pantai-pantaian begini. Di Bandung kan nggak ada pantai. Hahahha.

Jam 6, kami memutuskan untuk berangkat naik kereta. Langit mulai gelap. Wah, pemandangan pulau ini di waktu malam lebih indah… Kami pun turun. Mencari tempat yang dituju.

Acara dimulai tepat pukul 7.40. Awalnya, ada sekumpulan orang datang, menyanyi-nyanyi sambil menari dengan berbagai macam bahasa sesuai ’suku’. Lalu, tiba-tiba… atraksi dimulai!!

Jadi… atraksi ini melibatkan air, laser, api, kembang api, dan lampu sorot. Kebayang? Wah gila, keren, dan luar biasa deh pokoknya. Yang paling dominan ya, air dan laser. Kalau air disemprotkan melebar dan ditembak laser yang membentuk gambar, bagus sekali ternyata. Cerita utama dalam atraksi ini adalah salah seorang penyanyi tadi memiliki nyanyian magis. Nyanyian ini memiliki kekuatan untuk membangunkan tenaga makhluk-makhluk tertentu. Tiba-tiba saja nyanyian ini membangunkan putri cantik… Nah, karena bertemu dengannya, ia jadi ingin membangunkan putri itu secara sempurna yang harus melalui beberapa rintangan. Banyak sekali nyanyian disini. Tapi tetap menarik, karena dibarengi dengan segala macam atribut air, laser, api, dll.