sistem alam semesta (bagian 1)
Desember 8, 2008
Hari ini aku melihat ke angkasa. Langit tetap biru cerah seperti biasa, menunjukkan senyumnya yang ditaburi awan. Kulihat pohon-pohon berdiri tegak di kanan-kiriku, pertanda kekokohan mereka. Walau tak berbicara, mereka hidup. Aku berpikir seolah hanya aku yang hidup di seluruh alam semesta ini.
Manusia seperti itu pastilah hidup penuh dengan tanda tanya. Pertanyaan-pertanyaan menyembul keluar dari pikirannya. Langit seperti berisi dengan benda-benda nan kecil. Terkadang muncul matahari, terkadang bulan ditemani bintang, terkadang awan menutupi sejenak pantulan cahaya keduanya. Pohon-pohon yang membentang di sekitarku memberi pertanyaan : Bagaimana bisa mereka ada disini? Atau tepatnya, mengapa ada alam yang seperti ini?
Lupakan soal bulan yang penuh dengan gunung-gunung berkawah ataupun jupiter yang penuh dengan gas. Ini bumi. Bumi yang kujadikan tempat hidup saat ini.
Bila kuperhatikan baik-baik, tercetu sesuatu dalam benakku. Mereka semua selalu punya pola yang tetap, tidak berubah, tetapi terus berjalan dan kembali sesuai waktu. Dedaunan pohon akan bergerak bila terkena sepoi angin. Bulan akan muncul setelah matahari tenggelam. Lautan akan selalu berdesir sepanjang waktu karena ada angin.
Semua bergerak atas aturan.
Aturan apa? Mungkin aturan alam semesta.
Kini, aku kembali ke dunia tempat ada begitu banyak manusia hidup dan beraktivitas. Ada begitu banyak yang aku lihat : ada banyak perubahan. Ada teknologi, ada ilmu penyembuhan, ada kerusakan.
Kerusakan?
Aku bingung mengapa terjadi kerusakan di bumi. Tidak mungkin kan, saat pertama kali bumi ada, ia sudah dalam keadaan rusak? Aku ingin mencari tahu sebenarnya apa yang menjadi penyebab semua ini…
Desember 8, 2008 pukul 5:14 pm
[...] Lalu apa? Apa yang menyebabkan adanya kerusakan?
Lantas, aku melihat sekeliling. [...]
Maret 14, 2009 pukul 11:59 pm
SAS itu kan mata kuliahnya anak TPB sekarang…??