Baterai Kehidupan

Desember 20, 2008

Kadang aku berpikir, kehidupan seseorang itu ibarat baterai…

Sebuah baterai memiliki tujuan sebagai pengisi kehidupan alat yang menggunakannya. Bila baterai itu habis, maka baterai itu habis masa penggunaannya dan alat itu pun mati. Kalaupun tidak mau mati, alat itu harus dibelikan baterai baru.

Tetapi tetap saja, sebuah baterai hanyalah baterai. Mungkin memang ada baterai yang bisa diisi ulang, tetapi tidak banyak. Hanya baterai-baterai eksklusif yang dapat seperti itu. Baterai-baterai lain hanya bisa digunakan sekali seumur hidupnya. -Sebuah baterai yang mengindikasikan kehidupan.

Baterai itu akan muncul di dunia dengan tujuan mengisi kehidupan. Baterai itu pastilah mulanya terisi penuh energi. Baterai baru akan berada dalam kemasan yang apik, rapih, dan menunjukkan kelayakan penggunaan baterai.

Ya, sebuah baterai baru pasti pada mulanya merupakan baterai yang baik. Baterai yang baru diproduksi pastilah belum pernah dipakai. Mereka akan dijaga sedemikian rupa untuk siap mengisi kehidupan sang alat yang akan menjadi kediaman dirinya.

Hanya, kalau kita perhatikan lebih lanjut… Ternyata sebuah baterai bisa bernasib luar biasa berbeda dengan baterai lain. Sebuah baterai memang berguna banyak, energi yang tersimpan di dalamnya dibutuhkan. Namun, bagaimana bila jadinya baterai tersebut bahkan tidak pernah dipakai? Bisa saja kan, karena baterai itu tidak pernah mendapat kesempatan untuk mengisi kehidupan hanya karena seleksi pada tahap pembelian. Bisa saja hanya karena alasan itu, baterai yang penuh energi sekalipun tidak pernah terpakai sekalipun. Ada banyak sekali kemungkinan sebuah baterai tidak pernah digunakan seumur hidupnya seperti kasus di atas. Kemasan yang tidak apik, kemasan yang terkena kotoran, jenis baterai yang sudah jarang dipakai, dan lain-lain. 

Bila sebuah baterai telah melewati seleksi pembelian, baterai tersebut akan digunakan pembelinya. Tetapi, tetap saja, masih ada seleksi lagi setelah dibeli. Bisa saja sang pembeli tersebut melakukan kecerobohan terhadap baterai itu atau baterai itu sendiri malah terlupakan, dan akhirnya tidak pernah terpakai. -Sebuah baterai yang terseleksi.

Bila pada akhirnya baterai itu dipilih untuk digunakan, masih ada banyak kemungkinan hambatan-hambatan yang terjadi. Kita tidak pernah bisa menduga, di tengah-tengah penggunaannya, tiba-tiba baterai itu tidak dapat digunakan lagi. Walau mungkin sisa kebergunaan baterai tersebut dapat dipantau, tetap saja kadang dapat terjadi hal yang tidak bisa dicegah. Bisa saja baterai itu jadi tidak layak pakai lagi. Bisa saja baterai itu tiba-tiba jatuh daya gunanya dan tidak bisa dipakai lagi. Bisa saja hanya karena terguncang sesuatu atau bahkan jatuh dan menjadi rusak semua hal itu dapat terjadi. 

Baterai, sesuatu yang akan benar-benar ‘hidup’ ketika telah ada yang membelinya. Namun, masih dapat terseleksi lagi dalam hidupnya. Tentu saja, selama penggunaan baterai itu sendiri dapat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Bisa saja, tiba-tiba daya gunanya menurun dan kualitasnya memburuk untuk terus digunakan. Penggunaan baterai itu jadi lebih cepat dibandingkan yang seharusnya. Bisa saja, kehidupan baterai itu hanya terpakai tidak seluruhnya hanya karena kesalahan penggunaan. Semua hal dapat terjadi…

Sebuah baterai selalu diseleksi dalam penggunaan kehidupannya. Baterai itu akan mulai terasa kegunaannya ketika telah ada yang membelinya. Setelah dibeli pun, baterai itu baru bisa dianggap hidup ketika benar-benar dipakai. Seleksi baterai tidak hanya sampai itu saja, bahkan saat penggunaannya baterai itu tetap diseleksi. Baterai yang bisa benar-benar terpakai dengan baik hanya baterai yang terseleksi dan terjaring dengan tepat. -Sebuah baterai kehidupan

Ya, semua orang dapat berlomba-lomba mengatakan dia memiliki baterai terbaik, tetapi bila baterai itu tidak pernah diaktifkan, tidak ada gunanya baterai itu ada. Berarti baterai itu tidak pernah dianggap keberadaannya.

5 Tanggapan ke “Baterai Kehidupan”

  1. dwinanto Berkata

    Tampaknya kita harus menemukan baterai kita masing-masing,. :D


  2. jangan menyalahkan cara pengguna baterai…

    tapi pikirkan gimana memproduksi baterai yang sudah siap pakai tanpa harus tereliminasi seleksi…

    capek lho beli baterai yang kalo diseleksi ternyata ga layak pakai

  3. purpurin Berkata

    kok kamu nyalahin aku mulu… aku nggak bermaksud nyalahin siapa-siapa. aku cuma orang terajak mikir hal yang sama di otakku ini.

  4. zulfikar Berkata

    tapi perasaan batere ga bisa boker…..

  5. reniii Berkata

    kok kisah baterai ini sedih banget sih??
    AKu jadi sedikit ragu harus beli batere mana.
    hehehe


Tinggalkan Balasan