holiday : day 4-5
Oktober 4, 2008
Hm… hari-hari sebelumnya di skip, karena lagi males nulis blog…
Dari kemarin, aku sekeluarga pergi ke pulau sebelah dari tempatku sekarang. Nggak nginep juga sih, karena perginya pulang pergi. Asik juga pergi ke pulau sebelah. Jaraknya dari sini lumayan jauh, naik kereta 16 stasiun tambah satu lagi, tambah satu lagi kereta khusus pergi ke pulau itu. Tapi pemandangannya luar biasa. Pulau ini dijaga dan banyak pohonnya. Asik banget deh.
Kami sekeluarga memutuskan untuk masuk ke 3 tempat dan 2 atraksi. Pulau ini memang dikhususkan untuk pariwisata. Kecil sih pulaunya.
Tempat yang pertama, IOS. Waktu awal masuk, ada tayangan sekilas tentang sejarah bangsa. Ada bermacam ’suku’ disini. Terus, setelah kira-kira seperempat jam, kami diperbolehkan mengeksplorasi gedung itu. Wah, ternyata luas sekali. Isinya kira-kira seperti museum, tapi isinya perjuangan dan sejarah negara menjadi merdeka. Rame, rame…
Tempat kedua, STR eh apa sih? lupa. Kayak tabung isi kursi tapi diameternya gede banget dan bisa naik ke atas. Tinggi banget naiknya, jadi pas diatas bisa liat pemandangan… Wah, indah banget, dan kerasa manusia itu emang kecil…
Atraksi ke-1, jelajah angkasa dan main mobil!! Minimal untuk mengendarai tingginya 110 cm. Harus pake helm juga loh. Hehe, udah lama nggak pegang setir mobil jadi pengen ngebut. Akhirnya hasrat ini terpenuhi dengan mobil-mobilan kecil dan berbentuk aneh itu. Setelah itu, para pengendara mobil aneh itu diperbolehkan naik ke kursi untuk menjelajah angkasa. Wah asik, serasa kayak mau ski aja, naik kursi beginian. Bagus juga, naik kesitu bisa ngeliat pemandangan sekitar dari atas. Lagi-lagi ada banyak sekali pepohonan rimbun. Benar-benar pemandangan luar biasa.
Kami istirahat sejenak, untuk makan dan sholat. Pas mau masuk restoran tiba-tiba dihadang,
pelayan : Kamu Muslim? [bilang ke ayah, mungkin karna ngeliat aku dan ibu pake kerudung]
ayah : iya
pelayan : makanan disini tidak halal !
Yaps, dengan kata lain mereka mengusir kami. Waw, keren. Hahaha, mana pernah aku melihat adegan ini… Asik deh, diingetin sama penjaga tokonya sendiri. Akhirnya kami pergi mencari tempat makan lain. Udah gitu… cari tempat solat, karna nggak ada mushola disini. Akhirnya wudhu pun nekat ke wastafel. Hahaha, maksa. Akhirnya kami cari tempat sepi di taman dan solat bergantian. Soalnya sajadahnya cuma satu…
Setelah itu, kami mulai pergi lagi cari atraksi dan tempat yang udah dibeli tiketnya : 4D magix! Ini semacam bioskop film 4D. Awalnya, biasa, dikasih kacamata khusus. Ternyata kalo nggak pake kacamata itu emang jadi beneran aneh liat filmnya, ada lapisan-lapisan gitu gambarnya. Tapi filmnya beneran deh, bener-bener kayak di depan kita. Aku sempet takut sendiri karena terlalluuu dekat sama wajah. Pas ada adegan lebah menyerang tuh menakutkan deh. Kayak pengen nusuk-nusuk wajah. Aku sampe megang-megang muka. Hhahaa… dasar… Udah gitu pas ada adegan kepiting nyerang orang tuh, kaki aku ditusuk-tusuk! Wah, tampaknya ada permainan lidi disini… Huhuhu, niat banget nih bioskop. Kerasa beneran banget deh.
Tempat terakhir : Tur tempat lagi. Hampir mirip yang pertama, tapi kalo yang pertama kan mirip museum, jadi jelajahnya dalam gedung. Kalo ini beneran jelajah ke tempat-tempat. Asik, bisa jelajah sendiri dan ngeliat-liat senjata yang dipake pas perang dunia 2. Gede-gede [ya iyalah masa ya iya dong]. Asik banget, saking asiknya sampe kepisah dari orangtua. Aku bertiga dengan adikku kabur ke tempat lain. Jelajah tempat deh. Kerennya, sempet dapet sinyal Telkomsel. Horee! Hehehehe…
Itu hari ke-4, hari ke-5, sebenernya terjadi lagi ke pulau ini karena ada satu atraksi yang sempet kami lewatkan pas hari ke-4. Atraksi ini nggak bisa dibeli di pemesanan tiket, nggak tau kenapa. Jadi kami baru bisa ikut hari ini. Namanya, nyanyian laut.
Acara dimulai jam 7.40 waktu setempat. Brarti pas maghrib… Hmm. Sebelumnya kami mengisi waktu dulu, pergi ke mall tempat pemberangkatan kereta ke pulau itu. Pas di lantai paling atas, ada tempat yang mengejutkan : ada pantai.
Haa? Pantai?
Iya, pantai, tapi buatan. Lucu deh… ada pantai di lantai paling atas mall. Ulangi? Iya, di ruang terbuka lantai paling atas mall.
Asik deh, akhirnya jadi main-main kesana. Jarang-jarang kan, menikmati pantai-pantaian begini. Di Bandung kan nggak ada pantai. Hahahha.
Jam 6, kami memutuskan untuk berangkat naik kereta. Langit mulai gelap. Wah, pemandangan pulau ini di waktu malam lebih indah… Kami pun turun. Mencari tempat yang dituju.
Acara dimulai tepat pukul 7.40. Awalnya, ada sekumpulan orang datang, menyanyi-nyanyi sambil menari dengan berbagai macam bahasa sesuai ’suku’. Lalu, tiba-tiba… atraksi dimulai!!
Jadi… atraksi ini melibatkan air, laser, api, kembang api, dan lampu sorot. Kebayang? Wah gila, keren, dan luar biasa deh pokoknya. Yang paling dominan ya, air dan laser. Kalau air disemprotkan melebar dan ditembak laser yang membentuk gambar, bagus sekali ternyata. Cerita utama dalam atraksi ini adalah salah seorang penyanyi tadi memiliki nyanyian magis. Nyanyian ini memiliki kekuatan untuk membangunkan tenaga makhluk-makhluk tertentu. Tiba-tiba saja nyanyian ini membangunkan putri cantik… Nah, karena bertemu dengannya, ia jadi ingin membangunkan putri itu secara sempurna yang harus melalui beberapa rintangan. Banyak sekali nyanyian disini. Tapi tetap menarik, karena dibarengi dengan segala macam atribut air, laser, api, dll.
holiday : the journey
September 30, 2008
Perjalanan mudik tahun ini memang tidak terjadi, apa daya, keadaan berkata lain…
Tahun ini, saya sekeluarga tidak bisa datang dan bersilaturahmi secara tatap muka ke kedua belah keluarga nenek-kakek. Sedih memang, tapi mau bagaimana lagi ? Kami pun pergi ke tempat lain. Pergi ke rumah kedua ayah. Ya, tempat yang jauh disana itu…
Kemarin kami berangkat jam 12 malam. Sebelumnya, kami pergi ke rumah saudara ibu. Ibu punya keponakan baru lagi… Namanya Muhammad Ikmal Z. Parasnya sangat mirip dengan ayahnya. Lucu sekali anaknya. Sayang, mengapa saat melihatku kok sering menangis ya? Huhu, Ikmal jahat.
Perjalanan pertama kali ke tempat yang asing itu kami jalani malam itu. Tapi ternyata serentetan kejadian tetap tak bisa terhindarkan. Ini jugalah yang membuat adikku, si Dinda kesal. Mengapa? Rupanya agen perjalanannya tidak ramah. Huhu. Saya juga cukup kesal dibuatnya. Beginilah percakapan singkat kami :
Agen : Tolong naikkan tas Anda ke kabin.
Dinda : … [kabinnya tinggi, dia diam]
Agen : Tolong naikkan tas Anda ke kabin.
Dinda : … [dia mau mengangkat koper, tapi gagal, berat]
Agen : Tolong naikkan koper Anda juga. [ke aku]
Happy : … [mau membantu koper Dinda, gagal]
begitu terus kejadiannya berulang kali. Sampai akhirnya ada penumpang lain yang membantu menaikkan koper Dinda. Koperku dinaikkan ayah. Kabinnya memang tinggi! Saya sendiri kewalahan untuk menaikkan koper sendiri. Adikku uring-uringan sejak itu. Kesal dengan agen itu. Yah sudahlah, akhirnya dia agak tenang setelah kami memulai perjalanan.
Tapi tetap saja sepanjang perjalanan, sepertinya dia tidak berhenti bicara. Oh, si adikku satu ini. Gara-gara masalah sama si agen itu saja… jadi begini. Hahaha. Kami diperbolehkan mendengarkan lagu selama perjalanan. Dia mulai melihat-lihat daftar lagu, kemudian berhenti di deretan lagu korea.
“Kok nggak ada Tohoshinki ? Iiih, si F.T. *** aja ada!”
Mulai kumat lagi deh, dia sebel. Hahaha. Katanya, pasaran Tohoshinki kan sudah sangat luas. Masak tidak ada di daftar pilihan lagu. Yah, mau bagaimana lagi, dia memang maniak dengan lagu-lagu Tohoshinki. Kamarnya ditempeli posternya, wallpaper desktopnya juga, dia juga rajin mengunduh video-video terbaru albumnya. Dengan kata lain : maniak.
Beberapa saat kemudian, agen itu datang lagi. Menawarkan makanan. Hahaha, makan di jam-jam segini?? Ya udahlah ya… kami pun menyantap makanan itu. Makanannya enak, tapi porsi nasinya kecil sekali. Tidak seimbang dengan lauknya yang banyak. Haha (gitu aja diomongin).
Tidak berapa lama kemudian, kami sampai di tujuan. Rasanya ketika kami menginjakkan kaki disana, langsung terasa beda dunia. Beda dunia!!
Karena tidak membawa kendaraan, kami pergi naik taxi. Tidak mungkin kami berlima masuk satu taxi (walau ayah sudah meminta-minta untuk masuk dalam satu taxi). Lagipula, satu orang satu koper, tidak cukup untuk masuk satu bagasi taxi kan? Akhirnya aku naik taxi pertama bersama ayah. Yang lain di taxi kedua. Pengendara taxi yang kutumpangi ternyata cepat sekali! Dia mengebut. Ya ampun, kaget juga nih taxi ngebut tanpa diminta. Sebenarnya, mungkin karena dia mengejar orang lain lagi. Tapi tetap saja, mengebutnya itu loh. Agak tidak wajar untuk sebuah taxi (memang wajarnya bagaimana? Hahaha. )
Kami pun sampai duluan. Taxi kedua datang lama, karena itu ayah menelepon Dinda. Ayah menyebutkan kembali alamatnya pada Dinda. Ternyata… taxi nya kesasar. we…
Setelah kami sekeluarga sampai di tujuan, kami menuju ke rumah kedua ayah. Seperti yang sudah kubilang sebelumnya, rasanya aneh sekali. Seperti ada di dunia yang berbeda. Saat kami masuk ke rumah ayah, aneh sekali rasanya. Ayah tinggal di tempat ini. Hmm.
Dinda mengsms temannya, kemudian mengecek harganya. “Ya ampun, gila! Masak sms harganya 3500?? Mahal banget!”. Setelah telepon dengan ayah pun, “Hah! Bapak.. kok aku kena biaya? Masak aku disuruh bayar 4900? lima ribukuu….”
Kasian si Dinda. Hihi, makanya aku membiarkan HPku tak berpulsa.
Oh ya, kami harus mengubah waktu jam kami. Harus ditambah 1 jam. Aneh banget deh. Jadi sahur terakhir kami di tempat asing ini berakhir pukul 05.30. hihi lucu. Ayah memasakkan kami makanan untuk sahur (pertama kalinya seperti ini, biasanya selalu ibu di rumah). Aku benar-benar masih belum beradaptasi dengan baik. Rasanya aneh untuk makan sahur, di rumah yang lain, di tempat yang benar-benar asing. Saya akhirnya hanya makan sepotong roti pandan dan minum segelas teh manis. Menariknya, karena ayah selalu sahur dengan es krim di tempat ini, saya dan adik yang lain (Fira) ditawari. Waw, makan sahur ditutup dengan es krim. Benar-benar penutup sahur Ramadhan kali ini… Hahaha.
Met mudik semuaa…
September 26, 2008
Hari Jumat ini, hari kuliah terakhir…
Sepertinya orang udah pada bergelimpangan *alias nggak pada datang* karena macam-macam alasan. Packing baju buat mudik, laporan sisdig, malees, dst. Tapi tetep, yang paling dominan adalah no 1 yang tentunya akan dilanjutkan dengan yang no 3. Hahaha…
*tadi aja, aku kuliah probstat ngabsen doang. emang disuruhnya begitu. *
yuu.. Hari ini yang jelas aku agak iri. salah, aku iri sama orang-orang yang mudik. Aku tahun ini nggak bisa mudik ke daerah asalku. *Jangan bilang, orang bandung nggak punya tempat asal…* Banyak banget yang nanya, “Lah, emang happy mudik kemana? Bukannya orang Bandung?
Mari kita tegaskan lagi. Aku emang tinggal di Bandung tapi aslinya orang Jawa.
Sekali lagi, iri sama kaliaan. Bisa mudik cepet dan bisa pulang kampung. Bawa oleh-olehnya yaa. Hehe.
Tahun ini akhirnya pun, aku nggak bisa mudik. Sebagai gantinya aku pergi menyusul sang ayah. Kangen deh, udah lama nggak ketemu. Besok ayah ada di Bandung, senangnya… Pengen cepet-cepet ketemu ayah.
dan tentunya pengen mudik T.T *arr*
entahlah, sejak aku tahu tahun ini nggak bisa mudik, pasti jadi kebayang-bayang daerah asal. Pas jalan ke Rumah Pintar aja terus keinget-inget. Tiap kali adzan jadi keinget. huwaa… miss my grandmas and my grandpas so much.
Maka dari itu, selamat mudik buat kalian semua yang bisa mudik tahun ini. Yang nggak bisa mudik, mari kita balas tahun depan! Hhe, anyway, mungkin ini bakal jadi liburan lebaran yang tak terlupakan bagiku. Ya iyalah ya, secara dapet THR [Tubes Hari Raya]. Semangat buat kalian semua!! Jangan lupa oleh-oleh!
Oiya satu lagi, maaf ya, kalo aku bikin kesalahan segala macem… bagi yang tersinggung, bilang aja ma aku ya kalo aku bikin salah knapa-napa ma kalian. Hiks hiks. Semoga kita bisa bertemu lagi, kawan, tentunya dengan membawa perubahan yang lebih baik untuk semua.
P.S. semoga yang sakit cepet sembuh. semakin banyak aja yang tepar, aku khawatir…
Autis.
September 22, 2008
I’m getting really really odd.
What in the world has happened to me?
Kawan… boleh kah kalau aku bilang aku lagi autis?
Hm, karena seorang IF tak boleh pantang menyerah. arrghhh….
I’m out of this circle. dont wanna be guilty anymore. nor the eight group.
Usul : nak IF bikin kelompok belajar yuk. biar nggak ada yang autis lagi.
kemampuan membaca mahasiswa berkurang?
September 17, 2008
Aku masih ingat banget waktu pertama kali masuk kuliah SisDig (Sistem Digital) K-6, dosenku pernah bilang.. “Mahasiswa sekarang, daya membacanya kurang.” Aku antara percaya dan tidak juga sebenarnya.
Kalau mau dibanding-bandingkan, mungkin waktu jaman dulu kan teknologi tidak secanggih sekarang. Aku ingat, ada sahabatku yang pernah bercerita ayahnya sewaku kuliah bahkan tidak menulis catatan di buku, tetapi kumpulan kertas yang digabung-gabung begitu saja. Bahkan sampai saat ini, catatan itu masih ada. Sekarang? Wah, sudah banyak bentuk buku. Ada buku tulis, binder, catatan kecil, bahkan sampai ada yang mencatat pelajaran di notebook.
Kalau jaman dulu… ilmu-ilmu yang khusus hanya bisa didapat di sekolah saja. Atau mungkin dari buku. Kalau sekarang ? Waaah.. internet dimana-mana. Mau di warnet? Bisa. Mau pake notebook sendiri? Bisa. Bahkan sekarang sudah ada provider hotspot untuk internet gratis. Internet kan bisa dipakai untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya. Mau cari e-book buat kuliah juga bisa. Pokoknya multi fungsi deh!
Dulu kan jarang sekali yang namanya homeschooling di Indonesia. Orang-orang orientasinya hanya menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah. Pokoknya nilainya harus bagus, kalau nilainya jelek, ya mungkin sekolahnya yang salah. Sekarang banyak yang berpikir begitu. Padahal kan pembentukan karakter itu mulainya dari lingkungan terdekat : keluarga. Memang, homeschooling tidak menjamin hal ini. Tetapi hakikatnya, pembentukan karakter di keluarga harus ada.
Apa karena kurang dibudidayakan di keluarganya lantas mahasiswa sekarang jadi kurang daya membacanya?
Sepertinya masih kurang beberapa faktor lain…
Justru saat itu, aku menemukan fakta bahwa masyarakat saat ini sudah mulai bergeser minat. Minat membaca memang tak pernah diayomi masyarakat, tapi kini masyarakat sudah bergeser ke minat berbicara.
Senaang sekali orang berbicara : demo, debat, musyawarah, presentasi, apalagi kalau niatnya hanya untuk berbicara? Mahasiswa juga sama. Kalau dilihat dari dampak internet masa sekarang, orang-orang dianggap aneh kalau tidak punya blog, tidak ikut situs pertemanan, tidak punya id chatting, dan sedemikian cara-cara komunikasi lain.
Wah, jadi mahasiswa sekarang senang sekali berkomunikasi dong, ketimbang membaca?
Tidak benar juga. Membaca tetap harus dilaksanakan, harus menjadi keseharian mahasiswa. Tetapi, bukan berarti komunikasi harus dikurangi. Justru, hal inilah yang bisa membuat orang bisa bekerja lebih cepat. Dengan adanya tukar pikiran antar mahasiswa, daya pikir mereka berkembang… Mereka bisa saling membantu dengan cara komunikasi.
Seperti kata orang-orang, satu otak tak pernah lebih baik dari banyak otak… Membaca memang kewajiban, tapi komunikasi juga harus selalu jalan… Hehe ^^
Berbagi cita-cita…
September 13, 2008
Satu hal yang pernah tercetus di pikiranku : Manusia tidak bisa hidup tanpa cita-cita. Kadang walaupun jalan yang dilalui berliku, manusia masih mau berjuang untuk semua itu. Tapi memang, bagaimanapun juga, pasti ada kondisi yang bisa menjadi titik balik untuk suatu keputusan.
Titik balik yang meminta untuk manusia tersebut untuk memilih dan konsisten dengan cita-cita itu. Atau melepasnya.
Aku merasa, saat ini ada cita-cita yang patut untuk diperjuangkan. Kadang saat kita merasa cita-cita ini mustahil, hanya karena berbagi cita-cita menjadi hal yang mungkin dan patut untuk diperjuangkan kembali…
Mungkin terdengar klise, tapi kurasa hal ini yang terjadi padaku sekarang.
Teman-teman, ayo semangat berjuang!
tiada hari tanpa mimisan…
September 10, 2008
entah kenapa aku sedang bosan untuk bertutur kata dengan kata-kata “saya”.
for simplicity, lets simplified our words! haha… aku lagi pengen santai.
Teman-teman, huhu… entah kenapa aku jadi serasa ingin curhat ke kalian. Simpel sebenarnya, mimisan. Mimisan yang berulang, berulang, daaan berulang lagi. Jujur aja, beberapa tahun yang lalu. Nggak juga sih, mungkin sejak aku mengenal kata mimisan… Aku sangat suka dengan mimisan.
Suka?
Mungkin hal yang aneh, nggak semua orang suka dengan mimisan. Apalagi kalo disuruh liat darahnya itu lho. Hal yang menarik dari mimisan adalah ketika orang jadi panik dengan apa yang terjadi dengan tubuh kita. Ketika orang-orang takut karna ada darah yang keluar dari hidung (banyak juga orang yang nggak terbiasa liat mimisan). Ketika itu, ada juga orang-orang yang sibuk cari tisu (yyeah, aku emang males bawa tisu!).
Hhe. Jahat ya aku, menikmati saat-saat orang panik dan kesusahan.
Tapi itulah. Aku terlalu sering bergelimang dengan darah di hidung itu. Sampai aku terlalu suka dengan kenyamanan dari efek darah yang ditimbulkan barangkali. Ada kalanya ketika aku memukul hidung hanya untuk menyembunyikan diri dari masalah. yap, untuk bisa melihat darah. Dan ketika itu, aku merasa ada yang bisa menemani menyelesaikan masalah : darah yang mengalir dari hidung.
Hingga suatu kali aku merasa begitu muak dengan segala darah dari hidung itu.
Kapan itu?
Minggu ini, ketika darah mimisan itu sudah mencapai batas limit ku untuk mengatasinya. Ketika darah yang keluar tak sebanding dengan apa yang harus aku korbankan. Ketika aku merasa tubuhku benar-benar dalam kondisi tidak baik. Ketika semua terasa berjalan tidak normal…
Terlalu banyak darah untuk dilihat. Darah bercecer dimana-mana. Di lantai, di kamar, mobil, tisu dan kapas yang berdarah, sirih-sirih yang tembus darah karena kepenuhan darah, kamar mandi yang penuh darah, dan tentunya wastafel tempat aku bergelimang darah. Aku capek memegangi hidung penuh darah, capek harus terus ganti sirih gara-gara tembus, capek juga ngebersihin hidung dengan air, rasanya hidung malah jadi lecet.
Tapi aku baru sadar satu hal… ternyata untuk setiap kesenangan yang tidak positif pasti ada nilai kembaliannya, yang itu mungkin akan menjadi negatif. Ya, semua itu akan kembali. Mau itu hal buruk yang dikerjakan, mau hal baik, yang jelas… Seperti kata orang-orang, what you give, is what you get. Kedengaran tidak pas? Yahh.. kurang tau. Tapi yang jelas aku merasa pas.
Yah, mungkin kamu heran kenapa aku bisa post hal-hal seperti ini.
Anyway, it’s my confession of bleeding nose. nothing to deal with it. my nose will continue bleeding somehow..
IF nonton bareng…
Juli 21, 2008
sebelumnya, salam kya-kya dulu. hehe.
*kya-kya…
Hari ini IF nonton bareng!! Hore hore, asik banget loh… ada sekitar >60 orang yang nonton kayaknya. sekitar 7 row terisi penuh bagian tengah… hehe, baru kali ini nonton sebegitu banyak rombongan. Tadi sih nontonnya di Blitz Megaplex, nonton Dark Night. Padahal nggak pernah begitu suka Batman series… Tapi wew, ternyata filmnya rame abis! hehe… walaupun filmnya 2,5 jam. Hahaha, aku nggak brenti-brenti denger kata-kata ’saaas’ dari blakang.
Gitu sih,.. asik aja. Apalagi tadi rombongan. Lucu loh, waktu pas keluar dari bioskop kita semua pada turun eskalator dan jalan kayak rombongan apaa gituh. Panjang banget barisannya, soalnya pada jalan dua-dua. Oh ya, jadi inget… tadi kan brangkatnya nggak bareng-bareng, jadi ada beberapa rombongan berangkat gituh. Sayang banget ban mobil Pasca pecah. Kayaknya rombongan dia nggak jadi nonton deh, tapi nggak tau juga sih.. aku kurang tau siapa aja yang ikut mobilnya.
hey hey, nak IF, kata suzana besok ada SPARTA. [bukan, bukan suzana, irfan yang kasih tau]. Kumpul jam setengah 7 di CC ya!! Sekalian dibagi buku angkatan ma nametag bagi yang rusak.
Oh ya, ini ada link download lagu-lagu itb yang mesti dinyanyiin besok:
Liburan : libur dari kuliah.
Juli 7, 2008
Liburan kali ini agak berbeda dari liburan sebelumnya… (ya jelas lah, baru kali ini mengalami libur semester genap!). Tapi, kok rasanya kegiatan tidak berhenti mengalir yah? Saya juga jadi jarang update blog nih. Saya jadi memutuskan satu hal. Liburan kali ini, hanya bermakna libur dari kuliah, tapi kegiatan tidak. Ya sudahlah… kan kalau orang bilang, Life is choice. Kalau nggak pernah mencoba cari kegiatan berbeda-beda kan nggak rame.
Lantas kapan saya libur? Ntar deh, menunggu lebaran. hehe, semoga saja tidak ada kegiatan lain.
Sebenernya saya dari kemarin sudah menunggu-nunggu SPARTA alias Simulasi dan Pelatihan Keorganisasian bagi anggota HMIF 2007. hehe, Keren kan namanya, sparta… Tapi duh duh, Diklat Terpusat InKM ternyata juga dimulai minggu depan. Bentrok nggak yah? Semoga saja tidak… Kalau iya, bingung deh…
Kemaren sempat was-was juga, saya masuk anggota golongan 2 atau 3 untuk ikutan SPARTA ini ya? Eh, tapi ternyata tugas-tugas matrikulasi menyatakan bahwa saya sudah masuk golongan 3 !! Hehe, karena tugas-tugasnya sudah pernah saya kerjakan… Aman deh, tinggal ikut SPARTA.
Semoga saja nak-nak IF pada mau ikut SPARTA. si 032 jadi ikut nggak yah?? hehe.
Malu bertanya sesat di Jalan
Mei 4, 2008
Pernahkah Anda berjalan-jalan tanpa membawa peta?
Sering?
Oh, saya juga sering… Lah, orang Bandung ini masak tidak hapal jalan. Buat apa bawa peta, iya kan?
Eh, ternyata salah juga.
Kemarin saya membuat janji untuk sebuah acara. Niat awalnya sih cari ilmu. Tapi… karena sebuah kesalahpahaman jadilah : main. Main gimana? Jalan-jalan lah….
Lucu juga, kami berdua jalan-jalan (saya bersama seorang akhwat tentunya) dengan kendaraan. Duh, tapi karena keasyikan mengobrol sambil menyetir saya jadi sembarang mengikuti jalan. Jalanannya memang tidak saya kenal, yah biarlah lagipula nyaris tidak ada belokan. Jadi saya mengikuti berdasarkan insting saja.
Eh tapi… keasyikan itu berlanjut. Pada awalnya memang asyik, tapi saya baru menyadari satu hal : bensin tinggal sedikit!! Waduh, kami sempat panik. Di daerah seperti itu sulit menemukan bensin. Sudah berkilo-kilo kami di mobil tapi tak menemukan satu pom bensin pun. waduh. Akhirnya, saya nekat. Yah, biar deh, mumpung jalannya menurun, jadi kopling dikondisikan ke netral ( 0 ) dan hanya bermain dengan rem saja. Gila juga, ternyata mobil malah jadi berkecepatan tinggi (ya jelas lah, kopling netral!).
Akhirnya, setelah jalanan mulai ‘datar’ kembali, saya memasukkan kembali ke kopling 1… kami samar-samar mulai mengenali kondisi sekitar jalan. Sepertinya saya tahu daerah ini, pikir saya. Tak heran, ternyata setelah beberapa saat diketahui, daerah tersebut merupakan daerah dekat perumahan saya dulu. Kami segera mencari pom bensin terdekat… Saat itu sudah ashar, maka kami mencari masjid. Yang terpikirkan pertama kali oleh saya adalah masjid di dekat rumah saya yang dulu. Cukup jauh. Yah, cari yang lain saja deh, pikir saya…
Kami pun berniat untuk pulang kembali dengan rute lain, yang menurut kami aman. Eh, rupanya saya salah belok. Nah, nakalnya, berdasarkan insting saya main belok saja. Loh, kok? tahu-tahu saya sudah berada dekat dengan perumahan saya yang lama. Jadi tadi saya berputar-putar ya! Padahal tadi kan sudah ke arah menjauh dari sana… Wah parah nih.
Akhirnya saya melanjutkan perjalanan. Pikir saya, sudahlah, kami ke masjid dekat perumahan saya yang lama saja. Kami pun shalat ashar bersama. Duh, nikmatnya… teringat masa waktu saya kecil disini, bermain bersama teman. Eh, lucunya. Ketika saya hendak pulang, saya bertemu teman kecil saya… (sekarang anak ITB juga sih) rasanya lucu. Pertanyaan konyol yang sempat saya tanyakan padanya adalah, “Kamu lagi ngapain disini, Gil?”. Gedubraks! Yang wajar untuk bertanya seperti itu adalah dia, bukan saya. Pertanyaan yang aneh, kan rumahnya memang ada disana.
Hehe… Saya pun bertanya jalan pada Agil untuk kembali ke tempat semula. Parah nih, pikir saya. Rupanya saya nyasar tidak tanggung-tanggung. Bagaimana tidak? Saya menghabiskan waktu di mobil sekitar 2 jam. Perjalanan kemudian saya lanjutkan kembali, kali ini sukses! Sebelum pulang, kami sempat mampir dulu sambil menunggu adzan maghrib untuk makan sore. hihihi.
Parah ya…. perjalanan ini bermula dari sebelum adzan ashar dan selesai setelah adzan maghrib berkumandang. Tapi, banyak hikmah yang saya dapat disini… Nanti deh saya cerita lagi lain kali.