tata surya

Saya suka sekali dengan keindahan alam, apalagi yang ada di luar angkasa sana. Rasanya dulu waktu SMA senang sekali memandangi langit di malam hari. Ketika hari-hari ujian sudah semakin dekat, hingga saya terus menerus tidur di atas jam 3 pagi, saya sering sekali ke teras dan memandangi bintang-bintang. Walau sebenarnya dingin sekali. Jadi saya akan memakai jaket yang tebal sambil melihat bintang, lumayan, sambil istirahat sejenak saat belajar.

Ini mungkin bukan gambar bintang, tetapi sama-sama gambar benda langit yang sama indahnya. Mungkin kamu bisa melihat makna tersembunyi di dalamnya? P.S. Tentu saja saya selalu suka dengan bintang-bintang. Perhatikanlah bintang-bintang di dalamnya…

Quine, si program yang menciptakan dirinya sendiri

Yak, kembali lagi dengan tugas KI alias Keamanan Informasi. Topik kali ini adalah membuat program yang dapat menciptakan dirinya sendiri. Nah lho? Pusing kan. Saya pada awalnya juga bingung bahkan dengan spesifikasinya. Nah, ternyata program ini awalnya dinamakan ‘quine’ karena ditemukan oleh Willard Van Orman Quine. Iseng banget ya, orangnya ūüėÄ

Inti dari program ini adalah, membuat apapun yang ada dalam kode program bisa tertulis kembali ke layar saat dieksekusi sama seperti kodingannya itu sendiri. Tampak mustahil bukan?

Pada awalnya saya mencoba-coba koding dengan bahasa C, tetapi hasilnya nihil terus. Duh pusing sekali, rasanya memang seperti masalah ayam-dan-telur. Yang mana sih yang harus dipecahkan duluan? String di dalam variabel si program atau justru perintah untuk mengetikkan string tersebut (yang mengandung isi program?). Nah lho nah lho…

Ini nih sepenggal kode yang saya sempat buat di awal :


#include <stdio.h>
int main() {
     char *fuu="#include <stdio.h>\n\nint main() {\n\tchar *fuu=\n\tprintf(fuu);\n\treturn 0;\n}";
     printf(fuu);
return 0;

hasil dari kode tersebut adalah sebagai berikut :

quine gagal
gagal nih ūüė¶

Yah, begitulah, karena setiap kali saya koding jadi bingung variable fuu harus diisi seperti apa :P. karena itu dibuat lagi kodingan yang lebih simpel :


main(){char q=34,n=10,*a="main(){char q=34,n=10,*a=%c%s%c;printf(a,q,a,q,n);}%c";printf(a,q,a,q,n);}
Yang hasil tampilannya adalah sebagai berikut :
quine berhasil!
quine berhasil!

Ya… ternyata kodingannya jadi sama sekali berbeda. triknya memang di variabel string dan printf nya itu lhoo.

Anatomi Email

Hari ini saya mengirimkan email ke diri saya sendiri. Hanya untuk melihat anatomi emailnya ūüėÄ

Agak membingungkan juga membacanya, saya mendapatkan ini dari webmail students di if. Seperti inilah tampak header bila dilihat dari ‘page source’ :


<table>
<tbody>
<tr>
<td>&lt;div class="messageheaderbox"&gt;</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>&lt;table class="headers-table" cellpadding="2" cellspacing="0" summary="Message headers"&gt;</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>&lt;tr&gt;</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>&lt;td class="header-title"&gt;Subject:&amp;nbsp;&lt;/td&gt;</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>&lt;td class="subject" width="90%"&gt;tes tes&lt;/td&gt;</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>&lt;/tr&gt;</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>&lt;tr&gt;</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>&lt;td class="header-title"&gt;Sender:&amp;nbsp;&lt;/td&gt;</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>&lt;td class="from" width="90%"&gt;&lt;a href="<a href="mailto:if17018@mail.students.if.itb.ac.id" target="_blank">mailto:if17018@mail.students.if.itb.ac.id</a>" onclick="return rcmail.command('compose','if17018@mail.students.if.itb.ac.id',this)" class="rcmContactAddress" title="if17018@mail.students.if.itb.ac.id"&gt;Hapsari Muthi Amira&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="<a href="http://webmail.if.itb.ac.id/?_task=mail&amp;_action=preview&amp;_uid=2067&amp;_mbox=INBOX&amp;_framed=1#add" target="_blank">#add</a>" onclick="return rcmail.command('add-contact','Hapsari+Muthi+Amira+%3Cif17018%40mail.students.if.itb.ac.id%3E',this)" title="Add to address book"&gt;&lt;img src="<a href="http://webmail.if.itb.ac.id/skins/default/images/icons/plus.gif" target="_blank">skins/default/images/icons/plus.gif</a>" alt="add" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>&lt;/tr&gt;</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>&lt;tr&gt;</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>&lt;td class="header-title"&gt;Recipient:&amp;nbsp;&lt;/td&gt;</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>&lt;td class="to" width="90%"&gt;&lt;a href="<a href="mailto:if17018@students.if.itb.ac.id" target="_blank">mailto:if17018@students.if.itb.ac.id</a>" onclick="return rcmail.command('compose','if17018@students.if.itb.ac.id',this)" class="rcmContactAddress" title="if17018@students.if.itb.ac.id"&gt;if17018@students.if.itb.ac.id&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="<a href="http://webmail.if.itb.ac.id/?_task=mail&amp;_action=preview&amp;_uid=2067&amp;_mbox=INBOX&amp;_framed=1#add" target="_blank">#add</a>" onclick="return rcmail.command('add-contact','if17018%40students.if.itb.ac.id',this)" title="Add to address book"&gt;&lt;img src="<a href="http://webmail.if.itb.ac.id/skins/default/images/icons/plus.gif" target="_blank">skins/default/images/icons/plus.gif</a>" alt="add" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>&lt;/tr&gt;</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>&lt;tr&gt;</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>&lt;td class="header-title"&gt;Date:&amp;nbsp;&lt;/td&gt;</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>&lt;td class="date" width="90%"&gt;Today 14:23&lt;/td&gt;</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>&lt;/tr&gt;</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>&lt;/table&gt;</td>
</tr>
</tbody>
</table>

…. ya begitulah, tampak seperti kode-kode.

Nah, untuk isi dari emailnya sendiri adalah :

<table>
<tbody>
<tr>
<td>&lt;div id="remote-objects-message"&gt;To protect your privacy, remote images are blocked in this message.&amp;nbsp;&lt;a href="<a href="http://webmail.if.itb.ac.id/?_task=mail&amp;_action=preview&amp;_uid=2067&amp;_mbox=INBOX&amp;_framed=1#loadimages" target="_blank">#loadimages</a>" onclick="rcmail.command('load-images')"&gt;Display images&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>&lt;div  id="messagebody"&gt;</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>&lt;div class="message-part"&gt;&lt;div class="pre"&gt;halo haloo</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</td>
</tr>
</tbody>
</table>
Yang sebenarnya, isi tulisan dari email saya hanya tulisan 'halo haloo'

Kemudian, di email itu juga saya cantumkan dua attachment text sekaligus, dan ternyata tampak dalam anatomi email itu sebagai berikut :

<table>
<tbody>
<tr>
<td>&lt;ul id="attachment-list"&gt;</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>&lt;li&gt;&lt;a href="<a href="http://webmail.if.itb.ac.id/?_task=mail&amp;amp;_framed=1&amp;amp;_action=get&amp;amp;_mbox=INBOX&amp;amp;_uid=2067&amp;amp;_part=2" target="_blank">./?_task=mail&amp;amp;_framed=1&amp;amp;_action=get&amp;amp;_mbox=INBOX&amp;amp;_uid=2067&amp;amp;_part=2</a>" onclick="return rcmail.command('load-attachment',{part:'2', mimetype:'text/plain'},this)"&gt;tung.txt&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>&lt;li&gt;&lt;a href="<a href="http://webmail.if.itb.ac.id/?_task=mail&amp;amp;_framed=1&amp;amp;_action=get&amp;amp;_mbox=INBOX&amp;amp;_uid=2067&amp;amp;_part=3" target="_blank">./?_task=mail&amp;amp;_framed=1&amp;amp;_action=get&amp;amp;_mbox=INBOX&amp;amp;_uid=2067&amp;amp;_part=3</a>" onclick="return rcmail.command('load-attachment',{part:'3', mimetype:'text/plain'},this)"&gt;satu.txt&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>&lt;/ul&gt;</td>
</tr>
</tbody>
</table>

nama attachment yang dimasukkan adalah ‘tung.txt’ dan ‘satu.txt’

tugas kedua KI

Pada tugas kali ini, kami diminta untuk mengetahui pemilik sebenarnya dari detik.com. Cukup simpel sebenarnya, clue nya juga sudah diberikan oleh dosen. Tinggal menggunakan whois, yang bisa digunakan dari command prompt atau dari layanan situs untuk mencari whois. Untuk tugas yang kedua, kami harus mencari level ke-4 dari domain itb.ac.id. Untuk ini bisa digunakan nslookup. Nah, karena menurut saya agak sulit jadi saya mencarinya dengan tools bantuan bernama dig.

Tools ini memang memudahkan untuk pencarian. Untuk mencari whois di detik.com hanya tinggal mengetikkan ‘whois detik.com’ di cmd. Ini screenshotnya ūüėÄ

Untuk hasil lebih jelasnya tentang siapa yang benar-benar memilikinya, ini infonya :

Sudah jelas, bukan? Nah, untuk yang kedua agak sulit. Tetapi dengan bantuan dig, memang lebih mudah mencarinya lewat command prompt. Setelah menuliskan beberapa command, akan muncul hasilnya (ternyata banyak sekali, ada hingga ratusan!). Tetapi banyak pula yang di antaranya masih level 5, jadi setelah disortir ini dia yang benar-benar tinggal level 4 (klik gambar untuk memperbesar) :

total semuanya ada 347. banyak juga yaa… ūüôā

flooding..

Ya, akhir-akhir ini Bandung memang sering sekali banjir. Maklum saat ini memang musim hujan, ditambah lagi jalan yang semrawut dan banyak yang buang sampah sembarangan. Aliran air semakin menjadi dan tidak berada di tempat seharusnya. Akibatnya? Banjir dong…

Tetapi bukan itu yang saya maksud kali ini :D. Maksud saya adalah salah satu serangan DoS alias Denial of Service. Usul punya usul, niat ini muncul karena salah satu tugas. Ide pertama saya adalah memasukkan kata seeeepanjang-panjangnya di suatu web. Apapun itu deh medianya, yang jelas harus ada text fieldnya.

Sempat juga beberapa hari lalu saya melihat kawan saya mencoba hal serupa di wall facebook. Ternyata tidak berhasil :D. Oke, karena itu saya juga jadi tertarik coba-coba ke berbagai situs. Rupanya sudah banyak situs yang menangani kasus ini. Pikir saya, wah gagal sudah niat baik saya yang membantu untuk mengingatkan si situs tersebut kalau dia belum mengatasi masalah tersebut. Hahaha.

Kemudian saya asik main menjelajahi situs-situs. Incaran utama saya pada awalnya adalah text field pada saat proses sign up. Eh tapi ternyata rata-rata sudah diberi proteksi yang tidak membolehkan user memasukkan lebih dari x karakter. Yasudah… Saya ganti sasaran saja kalau begitu. Akhirnya saya coba beralih ke text field ‘search’.

Dan hasilnya…. wah! Ternyata berhasil. Saya menemukan satu situs yang bila dimasukkan kata-kata yang sangat panjang jadi error. Ini dia screenshotnya :

flooding euy

Kasus ini terjadi di situs metrolyrics. Mau tahu apa yang saya ketikkan ke search boxnya? Ini nih:

hai hai hai. saya mencoba menulis panjang dengan cepat tetapi dengan akurasi yang benar juga. maaf Anda menjadi korban saya untuk mencoba menulis panjang. karena ternyata menulis panjang dengan cepat dan tepat itu agak sulit. buktinya saja saya dari tadi sudah menekan tombol backspace berkali-kali. hahaha. masih amatiran tampaknya. tetapi tidak apa-apa, saya yakin nanti kecepatan ini akan bertambah lagi suatu saat. hohoho. tapi sebenarnya saya sangat menikmati menulis dengan keyboard. saya suka bisa menulis dengan cepat >:)

ISENG :D. Silakan mencoba hal yang serupa dan menikmatinya…

“baru” dan “sudah”

Akhir-akhir ini rasanya dosen di kelas semakin sering memberikan petuah. Awalnya sih tidak terlalu saya anggap, tetapi karena banyak sekali hal-hal yang disentil, dari kehidupan sehari-hari, cara pergaulan, cara memperlakukan user, pola pikir mahasiswa seharusnya, hingga ke keberadaan Tuhan, akhirnya saya jadi makin memperhatikan petuah-petuah itu. Pada suatu ketika juga saya pernah merasakan dampak itu dalam kehidupan sehari-hari, jadi intinya saya semakin ingin dengar deh!

Baru-baru ini ada seorang dosen, yang lagi-lagi memberikan petuah. Sudah biasa didengar sih sebenarnya. “Baru” dan “sudah”

Anda sudah masuk ke tingkat 3, atau

Anda baru masuk ke tingkat 3.

Hayoo? Pilih mana?

Kenyataannya memang saya sudah tingkat 3. Hahaha, kalau kata dosen lain, “siap-siap ditendang dari ITB di tingkat 4 untuk lulus”. Antara takut dan senang juga sih mendengarnya, takut kalau tidak bisa lulus memuaskan dan senang kalau bisa menyelesaikan tanpa ada penyesalan :D.

Namun bisa saja kan dengan mudah saya menyatakan, saya baru tingkat 3. Masih ada 1 tingkat lagi, saya bisa tenang-tenang saja kan?

Namun kenyataan, tetaplah kenyataan, tidak seindah kebenaran. Hohoho. Saya baru-baru ini mengetahui kalau grup band asal  Korea, F.T.  Island dan C.N. Blue memiliki personil sekitaran umur 19-20. Ya, lahir di sekitar tahun 89, generasi angkatan saya saat ini. Saya cukup kaget mendengarnya, memang sih sudah tidak heran lagi saat ini di industri musik ada penyanyi sedemikian muda, tetapi yang saya herankan adalah mereka baru umur segitu tapi sudah bisa memiliki pengalaman seperti itu. Eh, atau sudah umur segitu ya? hehehe.

Di lain hal, saya juga menemukan banyak pekerja di kisaran umur saya, telah memegang beberapa posisi. Saya saat ini hanya, masih, dan sedang menjalankan pekerjaan saya sebagai mahasiswi. Ya, mahasiswi. Seperti kata dosen yang lain lagi, “Keluarkanlah KTP kalian, disitu terdapat pekerjaan kalian.” Dan apakah pekerjaan itu? Ya, pekerjaan itu adalah mahasiswi (sebenarnya di KTP saya tulisannya pelajar sih). Menjadi mahasiswa adalah sebuah tanggung jawab juga. Tak lain halnya seperti pekerjaan lain yang dapat di-PHK, mahasiswa pun bisa, hanya saja lain istilahnya : DO alias Drop Out.

Mahasiswa oh mahasiswa. Dalam keadaan apapun saya atau Anda atau siapapun mahasiswa di luar sana, setelah menjalani kehidupan kampus sejauh ini, baik baru maupun sudah menjadi mahasiswa, apa saja yang telah Anda lakukan? Siapkah dipertanggungjawabkan?

di balik terjadinya tabrakan

Hari Sabtu yang lalu mobil saya tabrakan : lagi. Sudah tidak heran lagi sih tabrakan, saya udah mengalami sekitar 9 tabrakan, ditabrak sekitar 3 kali dan sisanya nabrak. Tapi pengalaman paling parah cuma tiga kali.

Pertama kali, saat-saat awal baru mendapat izin menyetir mobil. Saya menabrak pagar hanya karena ingin mencari parkir di sekitar kampus, tetapi matanya meleng kemudian tanpa sengaja kemudi jadi terlalu pinggir. Tiba-tiba ada suara aneh dan orang-orang menunjuk ke arah bawah mobil saya. Setelah parkir, saya cek ternyata bannya kempes. Yang kedua, saya ditabrak truk (tabrak-lari), kasus ini lumayan parah juga. Terpaksa ganti bodi mobil. Waktu kejadian tabrakan saya tidak ada di tempat (ditabrak di parkiran), Tidak terbayang rasanya ditabrak truk pengangkut barang sebesar itu. Tapi yang ketiga ini : saya sendiri yang menabrak dan kejadiannya sudah di tahun ketiga menyetir. Agak ajaib memang.

Tabrakan ini memang terjadi di jalan yang cukup sempit dan agak rusak. Banyak sekali bolong-bolong di jalannya. Saat itu saya sendiri juga sedang banyak sekali pikiran, dari urusan kerja-proyek-temen temen-kerjaan lain-mumet banget deh pokoknya. Rasanya saat nyetir waktu itu memang badan saya tegang semua, termasuk pikiran.

Mobil yang ditabrak jenisnya pickup. Saat hendak terjadi tabrakan saya sama sekali tidak menyangka akan terjadi tabrakan, karena diperkirakan jaraknya tidak akan mengenai mobil itu. Tapi tiba-tiba saja ada bunyi yang keras sekali dan membuat saya kaget setengah mati. Shock? Pasti. Tapi yang terpikir saat itu hanya : tidak boleh terlihat shock saat itu juga dan harus segera menemui pemilik mobilnya untuk mengurus semuanya.

Kebetulan mobil yang ditabrak sedang diparkir. Setelah memarkirkan mobil, saya melihat kondisi mobil sendiri hanya sekitar 5 detik dan ternyata memang parah –tapi saya tidak mau terlalu lama mematung disana dan langsung pergi ke mobil satunya. Memang itu kesalahan saya, bukan?

Mobil itu memang sudah banyak bekas goresannya. Sepertinya sering dipakai untuk mengangkut bahan bangunan, karena di dekatnya ada toko barang bangunan. Satu-satunya perubahan yang terindikasi hanya satu : lampu bagian belakang pecah. Jujur saja, saya sedikit lega… Apalagi setelah memaksa bertemu orangnya (yang walau kata tetangga sekitar sih tidak perlu diganti juga tidak apa-apa), ternyata orangnya juga berkata sama seperti tetangganya. Alhamdulillah…

Kembali lagi ke mobil, badan saya masih bergetar penuh dari sejak tabrakan. Jantung rasanya belum berhenti berdetak kencang dan tangan juga berkeringat dingin. Saya ingin menangis keras rasanya disana, tetapi banyak orang melihat kejadian itu. Saya harus pergi saat itu juga untuk menyelesaikan urusan yang lain.

Selama perjalanan sempat beberapa tetes air keluar tanpa diduga. Setelah saya bertemu teman-teman seperti yang dijanjikan, tak pelak lagi…. saya menangis… Ya, dengan semua kejadian itu saya memang shock sekali. Entah kenapa hanya dengan menumpahkan semua itu rasanya beban jadi jauh lebih terangkat.

Di balik semua ini memang ada maknanya… saya yakin. Saya juga tahu ada beberapa kesalahan yang telah diperbuat, mungkin ini caraNya mengingatkan saya, bahwa saya memang hanya manusia yang kecil…

dry cleaning vs wet cleaning

Sebenernya pengen mengungkap tentang kedua hal ini, karena tadi pagi dapet brosur cleaning gitu. Yang menarik adalah, kenyataan dibalik kedua cara cleaning ini.

Kebanyakan dari kita pasti sudah sering mendengar mengenai dry cleaning, sudah banyak bukan, berjejer di jalanan fasilitas pencucian dengan pilihan dry cleaning ? pasti. Dari hasil jelajahan saya di wikipedia, ternyata asal muasal si dry cleaning ini dari orang berkebangsaan Prancis. Secara nggak sengaja, pembantunya menumpahkan minyak tanah ke baju si Tuannya. Nggak disangka-sangka, bajunya yang tadi bernoda jadi lebih mudah dibersihkan karena ketumpahan minyak tanah tadi.

Hehehe, aneh juga kan? Cerita ini kemudian berlanjut. Seperti yang kita tahu, minyak tanah itu tidak aman untuk menjadi bahan bantu mencuci, walaupun itu memang memudahkan untuk mencuci. Ini disebabkan karena sifatnya yang mudah terbakar. Karena itu, orang-orang mulai mencari jalan lain, yaitu Stoddard Solvent yang ditemukan oleh William Joseph Stoddard. Larutan Stoddard ini masih berbasis minyak bumi, namun tingkat mudah terbakarnya lebih rendah dari minyak tanah. Tapi kemudian tetap ada lagi inovasi, yaitu larutan klorin. Larutan ini jauh lebih aman dari kedua larutan sebelumnya (karena tak lagi mudah terbakar). Sayangnya, larutan ini dicap karsinogen. Alias, bisa menimbulkan kanker!

Di California larutan berbasis klorin ini, perchloroetyhlene (Perc) dilarang digunakan sejak tahun 2023. Untuk saat ini masih boleh digunakan. Tapi tetap saja, kalo jadi saya sih pasti takut menggunakan teknologi ini. Mengapa? Karena ternyata larutan ini sebenarnya memang bisa bersih sempurna dari bahan yang dicuci, namun di atas 60 derajat Celcius. Sementara penggunaan suhu setinggi itu tidak dimungkinkan untuk pencucian biasa, yang ada nanti bajunya malah rusak. Jadi? Karena itulah, sisa-sisa Perc tadi akan masih menempel pada baju (tidak bisa menguap dan hilang sempurna) dan bila dihirup dalam waktu jangka panjang akan mengakibatkan banyak kerugian deh pokoknya, dari kanker, dst…

Di samping itu, ada teknologi wet cleaning yang sangat berbeda dengan sebelumnya. Teknologi ini baru muncul tahum 1991, sebagai jawaban untuk teknologi mencuci yang lebih baik dan tidak beracun tentunya. Jadi, ini lebih aman untuk lingkungan. Keuntungan di sisi lain dari teknologi ini adalah biayanya yang relatif murah. Orang-orang yang berkecimpung di teknologi ini memilihnya untuk mencari jalan lain dari dry cleaning yang beracun.

Sayangnya, kadang sebelum proses pencucian itu sendiri, dibutuhkan perlakuan-perlakuan khusus (beberapa kasus tertentu) sebelum benar-benar diwet cleaning dengan zat-zat yang ternyata sama berbahayanya dengan Perc.

-sumber : Wikipedia

Baterai Kehidupan

Kadang aku berpikir, kehidupan seseorang itu ibarat baterai…

Sebuah baterai memiliki tujuan sebagai pengisi kehidupan alat yang menggunakannya. Bila baterai itu habis, maka baterai itu habis masa penggunaannya dan alat itu pun mati. Kalaupun tidak mau mati, alat itu harus dibelikan baterai baru.

Tetapi tetap saja, sebuah baterai hanyalah baterai. Mungkin memang ada baterai yang bisa diisi ulang, tetapi tidak banyak. Hanya baterai-baterai eksklusif yang dapat seperti itu. Baterai-baterai lain hanya bisa digunakan sekali seumur hidupnya. -Sebuah baterai yang mengindikasikan kehidupan.

Baterai itu akan muncul di dunia dengan tujuan mengisi kehidupan. Baterai itu pastilah mulanya terisi penuh energi. Baterai baru akan berada dalam kemasan yang apik, rapih, dan menunjukkan kelayakan penggunaan baterai.

Ya, sebuah baterai baru pasti pada mulanya merupakan baterai yang baik. Baterai yang baru diproduksi pastilah belum pernah dipakai. Mereka akan dijaga sedemikian rupa untuk siap mengisi kehidupan sang alat yang akan menjadi kediaman dirinya.

Hanya, kalau kita perhatikan lebih lanjut… Ternyata sebuah baterai bisa bernasib luar biasa berbeda dengan baterai lain. Sebuah baterai memang berguna banyak, energi yang tersimpan di dalamnya dibutuhkan. Namun, bagaimana bila jadinya baterai tersebut bahkan tidak pernah dipakai? Bisa saja kan, karena baterai itu tidak pernah mendapat kesempatan untuk mengisi kehidupan hanya karena seleksi pada tahap pembelian. Bisa saja hanya karena alasan itu, baterai yang penuh energi sekalipun tidak pernah terpakai sekalipun.¬†Ada banyak sekali kemungkinan sebuah baterai tidak pernah digunakan seumur hidupnya seperti kasus di atas. Kemasan yang tidak apik, kemasan yang terkena kotoran, jenis baterai yang sudah jarang dipakai, dan lain-lain.¬†

Bila sebuah baterai telah melewati seleksi pembelian, baterai tersebut akan digunakan pembelinya. Tetapi, tetap saja, masih ada seleksi lagi setelah dibeli. Bisa saja sang pembeli tersebut melakukan kecerobohan terhadap baterai itu atau baterai itu sendiri malah terlupakan, dan akhirnya tidak pernah terpakai. -Sebuah baterai yang terseleksi.

Bila pada akhirnya baterai itu dipilih untuk digunakan, masih ada banyak kemungkinan hambatan-hambatan yang terjadi. Kita tidak pernah bisa menduga, di tengah-tengah penggunaannya, tiba-tiba baterai itu tidak dapat digunakan lagi. Walau mungkin sisa kebergunaan baterai tersebut dapat dipantau, tetap saja kadang dapat terjadi hal yang tidak bisa dicegah. Bisa saja baterai itu jadi tidak layak pakai lagi. Bisa saja baterai itu tiba-tiba jatuh daya gunanya dan tidak bisa dipakai lagi. Bisa saja hanya karena terguncang sesuatu atau bahkan jatuh dan menjadi rusak semua hal itu dapat terjadi. 

Baterai, sesuatu yang akan benar-benar ‘hidup’ ketika telah ada yang membelinya. Namun, masih dapat terseleksi lagi dalam hidupnya. Tentu saja, selama penggunaan baterai itu sendiri dapat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Bisa saja, tiba-tiba daya gunanya menurun dan kualitasnya memburuk untuk terus digunakan. Penggunaan baterai itu jadi lebih cepat dibandingkan yang seharusnya. Bisa saja, kehidupan baterai itu hanya terpakai tidak seluruhnya hanya karena kesalahan penggunaan. Semua hal dapat terjadi…

Sebuah baterai selalu diseleksi dalam penggunaan kehidupannya. Baterai itu akan mulai terasa kegunaannya ketika telah ada yang membelinya. Setelah dibeli pun, baterai itu baru bisa dianggap hidup ketika benar-benar dipakai. Seleksi baterai tidak hanya sampai itu saja, bahkan saat penggunaannya baterai itu tetap diseleksi. Baterai yang bisa benar-benar terpakai dengan baik hanya baterai yang terseleksi dan terjaring dengan tepat. -Sebuah baterai kehidupan

Ya, semua orang dapat berlomba-lomba mengatakan dia memiliki baterai terbaik, tetapi bila baterai itu tidak pernah diaktifkan, tidak ada gunanya baterai itu ada. Berarti baterai itu tidak pernah dianggap keberadaannya.

sistem alam semesta (bagian 2)

Lalu apa? Apa yang menyebabkan adanya kerusakan?

Lantas, aku melihat sekeliling.  Aku melihat lampu lalu lintas. Semua orang yang memiliki kendaraan pasti akan mematuhi lampu itu. Bila tidak, akan terjadi kekacauan, entah itu macet, tabrakan, atau hal-hal lain yang pasti ingin dijauhi manusia.  Oh, ternyata ada hal baru : ada aturan baru dalam manusia. Namanya aturan lampu lalu lintas, bila warnanya merah kendaraan berhenti. Bila warnanya hijau, kendaraan harus berjalan. Dan bila warnanya kuning, kendaraan harus bersiaga untuk berhenti. Oh… jadi ternyata ada aturan dalam aturan alam semesta. Apakah itu mengganggu? Kurasa tidak. Yang menarik dari hal ini adalah, adanya aturan baru.

Aturan ini mengatur kendaraan-kendaraan. Tentunya memengaruhi manusia yang mengendarai pula, tetapi kulihat, banyak orang yang sanggup memenuhinya. Aku lihat aturan sebagai bentuk kekreatifan manusia. Bila tidak pernah ada aturan sebelumnya mengenai sesuatu hal untuk terjadi, maka manusia membuatnya. Manusia memang pintar dan cerdas.

Kulihat kembali aturan lampu lalu lintas itu. Aturan ini ternyata merupakan bagian dari aturan berlalu lintas dan aturan-aturan lain yang harus dipenuhi saat berkendara. Aturan ini cukup efisien mengatur lalu lintas, kendaraan, keselamatan pengendara, dan lain-lain. Hmm? Tetapi, mengapa ada orang yang melanggar aturan itu? Mengapa ada orang yang mengendarai motor tanpa helm pengaman? Ada pula yang menggunakan helm, tetapi tidak sesuai spesifikasi yang tepat untuk motor.  Untuk sekilas, terlihat orang-orang yang seperti itu aman-aman saja. Namun, bagaimana bila ternyata ada diantara orang-orang tersebut yang tertabrak? Mungkin badannya terlempar ke jalanan. Kepalanya tidak mengenakan helm dan otomatis mungkin akan luka berat.

Ternyata bila tidak mengikuti aturan, bisa celaka. Atau perlukah disimpulkan bahwa, tidak mengikuti aturan itu sama saja dengan membuat aturan baru?

 

Bukannya aturan baru itu sebuah bentuk kekreatifan manusia ?

 

Iya, tetapi ternyata bila aturan baru itu melawan aturan yang mendasar, pasti akan ada efek buruk yang akan menimpa orang yang membuat aturan baru itu. Tentunya aturan yang melanggar aturan mendasar.

Itu hanya aturan sekilas tentang aturan lalu lintas dan berkendara. Bagaimana dengan aturan alam semesta? Untuk ukuran alam semesta yang didiami dan dijadikan manusia tempat untuk hidup dan beraktivitas, pastilah ada aturan. Aturan yang diciptakan manusia pasti juga tidak mungkin melawan aturan itu. Adapun aturan yang melanggar aturan alam semesta, nanti pastilah akan ada kerusakan. Akan ada tanda-tanda tidak seberjalannya aturan itu dengan aturan alam semesta.

 

Yang menariknya lagi adalah, semua yang ada dan hidup pasti memiliki aturan masing-masing dan tidak mungkin menentang aturan alam semesta saat pertama kali ada.

Lalu bagaimana dengan aturan manusia?  Mungkinkah manusia memiliki aturan sendiri untuk dirinya? Sepertinya tidak. Kulihat manusia selalu tumbuh dari tingkatan bayi, kemudian menjadi balita, anak-anak, remaja, hingga menjadi tua. Manusia tidak mungkin bisa hidup sejenak menjadi remaja dan keesokan harinya menjadi seorang bayi kembali. Berarti manusia tidak bisa melawan aturan hidup. Sepertinya begitu. Tetapi, sesungguhnya, apa aturan untuk mengontrol hidup manusia ?

 Manusia pasti memiliki karakter berbeda-beda, tetapi pasti ada aturan yang mengikatnya untuk hidup. Seperti aturan lalu lintas tadi. Manusia itu seperti kendaraan.  Namun , sesungguhnya ada pengendara dari kendaraan itu : otak.

Pertanyaanku sekarang jadi banyak…

Untuk apakah manusia ada? Untuk apa ada otak? Apa sebenarnya aturan yang mengikat manusia ?

Mengapa aku bertanya begini? Karena mungkin sebenarnya aku takut seperti kejadian motor tadi. Manusia memiliki aturan baru dan akhirnya celaka karena membuat aturan sendiri. Pastilah ada aturan yang mengatur hidup manusia yang harus ditaati.

 

Tetapi, apakah itu? Kamu tahu?